AKR Corporindo (AKRA) Bisa Raup Rp 20 Triliun dari Penjualan Lahan di JIIPE
JAKARTA, investortrust.id - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengungkapkan bahwa terdapat potensi pendapatan indikatif sebesar Rp 18 triliun hingga Rp 20 triliun dari penjualan 780 hektare sisa lahan di kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).
Head of Investor Relations AKRA, Ignatius Teguh Prayoga menyebutkan, potensi pendapatan dari sisa lahan tersebut bisa dikonversi sebagai pendapatan saat seluruh lahan diakuisisi selama 7 tahun sampai dengan 8 tahun mendatang.
“Saat ini kami sedang memonetisasi inventori tanah yang dijual ke industri dan memiliki potensi indikatif sekitar Rp 18 triliun sampai Rp 20 triliun dalam revenue level di 7 hingga 8 tahun ke depan,” kata Ignatius dalam Public Expose Live, Jumat (30/8/2024).
Status Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) JIIPE Gresik diberikan melalui PP No. 40 Tahun 2019 dan beroperasi secara penuh di tahun 2022. Saat ini mereka telah berhasil menghasilkan penjualan tanah di JIIPE, di mana penjualan tanah di tahun 2022 mencapai 44,4 hektare, dan tahun 2023 mencapai 91 hektare.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Targetkan Pembukaan 40 Outlet BBM di 2024
Ignatius membeberkan, padahal sebelumnya JIIPE hanya menjual sekitar 10-15 hektare per tahun. Pada tahun 2024 ini, JIIPE pun menargetkan penjualan tanah sebesar 115-130 hektare.
“JIIPE telah berhasil menjual kepada 22 tenan dengan jumlah investasi sebesar US$ 4,6 miliar atau Rp 71,5 triliun, sehingga JIIPE dianugerahi penghargaan kawasan ekonomi khusus terbaik yang diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto,” ungkap dia.
Dijelaskan oleh Ignatius, business industrial estate AKRA memiliki tiga jenis revenue stream. Selain penjualan lahan, sumber pemasukan mereka juga berasal dari pendapatan utilitas dan pendapatan dari pelabuhan.
“Nomor dua, pendapatan utilitas melalui penjualan listrik, air, dan gas. Dan ketiga, pendapatan dari pelabuhan yang di fase 1 telah beroperasi dengan kapasitas tahunan sebanyak 10 juta ton,” terang Ignatius.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Umumkan Laba Rp 1 Triliun di Semester I dan Dividen Interim Jumbo
Lebih lanjut, dia juga menyampaikan KEK JIIPE saat ini dipercaya menjadi tuan rumah bagi industri-industri berat, seperti smelter tembaga terbesar di dunia, Freeport, dan ekosistem industri metal dan turunannya yang terbentuk di JIIPE.
“KEK JIIPE juga dilengkapi dengan fasilitas kelas dunia seperti jaringan listrik yang mampu mendukung listrik hingga 500 MW, serta jaringan gas dan pengolahan air limbah,” sebut Ignatius.
Sebagai informasi, semenjak tahun 2013, AKR bersama Pelindo III mengembangkan kawasan industri terintegrasi pelabuhan laut dalam, di mana di area kawasan industri, AKR memiliki saham mayoritas besar 60%, dan 40% di kawasan pelabuhan.

