Begini Dampak Penghentian Penjualan Produk Fisik di Marketplace Bukalapak (BUKA)
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) telah mengumumkan penutupan layanan penjualan produk fisik di marketplace mulai Selasa (7/1/2024). Penutupan tersebut disebut bagian dari transformasi bisnis untuk fokus pada penjualan produk virtual.
Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa penutupan tersebut sebagai langkah tepat, mengingat selama ini penopang pertumbuhan Bukalapak berasal dari penjualan produk digital. Dengan demikian, perseroan bisa mengoptimalkan penjualan produk digital marketplace ke depan.
Baca Juga
“Memang penutupan produk fisik memang langkah yang tepat, karena bukalapak fokus ke digital marketplace, dimana ini juga jadi penopang pertumbuhan bukalapak, jadi hal itu harus dioptimalkan dan dipertahankan,” ujarnya saat dihubungi investortrust.id, Rabu (8/1/2025).
Dia berharap, penutupan layanan penjualan produk fisik ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja keuangan perseroan ke depan. Sebab, hal ini dapat menekan cost of goods sold (COGS) dan operating expense. Apabila hal tersebut terwujud, bottom line perseroan dapat membaik secara bertahap.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, secara industri, bisnis marketplace kini sudah tergerus atau jauh di bawah performa selama COVID-19 beberapa tahun silam. “Besarnya diskon harga produk di marketplace yang membuat bisnis ini hidup dan transaksi meningkat selama ini,” terangnya.
Menurut laporan keuangan, Perseroan mencatatkan total rugi komprehensif periode berjalan sebesar Rp 545,23 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2024. Angka ini menyusut dibandingkan Rp 792,78 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Usai Bukalapak (BUKA), Giliran Emtek (EMTK) Tambah Saham di Surya Citra (SCMA)
Sementara itu, pendapatan neto Perseroan sendiri sudah naik tipis menjadi Rp 3,39 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 3,38 triliun.
“Namun perbaikan bottom line masih bersabar karena masih net loss, tapi masih on the right track. Sejauh ini expense bisa mampu ditekan apalagi dengan penutupan tersebut, itu bisa menekan cost dan expense, harus demikian untuk menyehatkan kinerja laporan keuangan, dan kinerja jangka panjangnya,” tutupnya.
Untuk itu, ia merekomendasikan accumulative buy untuk saham BUKA dengan target harga di Rp 163. Hingga pukul 12.20 pada perdagangan hari ini, saham BUKA ada di level 117 dengan volume transaksi sebesar 3,32 juta saham dan nilai transaksi ada di Rp 38,03 miliar.
Grafik Saham BUKA

