Karena Hal Ini, Harga Bitcoin Disebut Bisa Tembus US$ 475.000 atau Rp 7,6 Miliar per Koin di Akhir 2025
JAKARTA, investortrust.id - Pendiri sekaligus mitra pengelola VailShire Capital Management Jeff Ross dengan berani memprediksi harga Bitcoin bisa tembus US$ 475.000 atau setara Rp 7,6 miliar (Rp 16.157 per dolar AS) pada kuartal IV 2025. Ia menegaskan, hal ini sesuai dengan analisisnya di dua tahun terakhir.
Melansir CryptoNewsFlash, Selasa (6/1/2025), Meskipun ada kekhawatiran yang diungkapkan oleh analis pasar lainnya, Jeff menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini menciptakan kondisi untuk peningkatan signifikan dalam Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Ia mengakui adanya anggapan bahwa ekonomi dunia akan runtuh seperti yang terjadi pada tahun 1929 atau 1999. Namun, Jeff membantah pendapat tersebut dengan menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) berada di fase awal siklus baru, bukan di ambang bencana.
“Sebagai pendorong utama ekonomi AS, sektor jasa terus menunjukkan kinerja yang hebat, meningkatkan indeks komposit dan dengan demikian mengurangi kekurangan manufaktur,” katanya
Data ekonomi makro dan pola historis mendukung harapan Jeff mengenai peningkatan harga Bitcoin. Ketika mempertimbangkan pasar yang terus menguat, ia menunjukkan bahwa penurunan 20-30% tentu saja diharapkan, dan seharusnya tidak membuat investor patah semangat.
Baca Juga
Misalnya, penurunan lebih lanjut ke US$ 75.000 atau US$ 85.000 masih sesuai dengan koreksi pasar yang sehat jika Bitcoin mencapai tujuan sementara US$ 120.000 di akhir tahun 2024. "Bahkan di pasar yang sedang naik," kata Jeff.
"Penurunan ini tidak menandakan akhir. Hanya ada fase normal perubahan harga, sambil mendorong mereka untuk mempertahankan pandangan jangka panjang,” sambung dia.
Baca Juga
ETP Kripto Memulai Tahun 2025 dengan Arus Masuk US$ 585 Juta dalam 3 Hari
Jeff juga menggarisbawahi kesulitan psikologis yang dialami investor, termasuk kepanikan selama penurunan dan ketakutan akan kehilangan atau fear of missing out (FOMO) selama kenaikan harga.
Pemulihan Hashrate Bitcoin
Hashrate Bitcoin yang mengukur kapasitas komputasi jaringan, merupakan penentu penting lainnya dari ekspansi yang diharapkan. Jeff meneliti dampak pembatasan penambangan di Tiongkok pada tahun 2021, yang pertama kali menyebabkan penurunan signifikan pada hashrate dan harga Bitcoin.
Namun, harganya berubah ketika penambang pindah ke negara yang lebih bersahabat dan hashrate kembali normal. Ketahanan ini menegaskan kekuatan jaringan Bitcoin yang terdesentralisasi.
Jeff juga menyatakan tentang pendapat lainnya yang bertentangan dengan potensi harga Bitcoin. Meskipun banyak analis melihat batas US$ 200.000 untuk siklus saat ini, ia berpikir Bitcoin sering kali menentang konvensi.
Berdasarkan tren historis, perkembangan parabola yang mendukung targetnya sebesar US$ 475.000 sering kali mengikuti peristiwa halving seperti tahun 2024.
Melirik laman Coinmarketcap, harga Bitcoin berada di angka US$ 101.816,47 pada hari ini, Selasa (7/1/2025), pukul 10.12 WIB atau naik 2,93% dalam 24 jam terakhir.

