Koreksi Perdana IHSG Tahun 2025 Capai 1,17%, Sebaliknya 5 Saham Ini ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/1/2025), ditutup terjerembab sebanyak 83,96 poin (1,17%) menjadi 7.080,47. Pergerakan indeks dalam rentang 7.073,95-7.182,02 dengan nilai transaksi Rp 7,12 triliun.
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,65%, sektor industry 1,25%, sektor saham keuangan 1,13%, sektor kesehatan 1,34%, dan sektor property 1,31%. Sebaliknya penguatan melanda sektor teknologi 1,29% dan sektor consumer primer 0,23%.
Baca Juga
Saat Kinerja Keuangan dan Saham Anjlok, Investor Ini justru Agresif Tambah Saham Sarimelati (PZZA)
Di tengah penurunan IHSG, kelima saham berikut justru catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) naik 34,53% menjadi Rp 187 dan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) naik 34,51% menjadi Rp 152.
ARA juga melanda saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) naik 25% menjadi Rp 300, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 24,70% menjadi Rp 1.540, dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menguat 24,51% menjadi Rp 254.
Sebaliknya penurunan dalam terjadi pada sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), PT MPX Logistics International Tbk (MPXL), PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO), PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), PT Semacon Integrated Tbk (SEMA), dan PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE).
Baca Juga
Kekurangan Bahan Baku, Pabrik Toba Pulp Lestari (INRU) Berhenti Produksi
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik tipis 1,22 poin menjadi 7.164,43. Penguatan tersebut didukung kenaikan sebanyak 254 saham. Sebaliknya sebanyak 336 saham dan 206 saham mengalami penurunan.
Hal serupa melanda bursa saham AS dengan lompatan indeks Nasdaq sebanyak 1,77% dan S&P500 melesat sebanyak 1,26% akhir pekan lalu. Dow Jones juga menguat sebanyak 0,80%.
Grafik IHSG

