Saham Sektor Properti Naik 0,88%, Simak Sejumlah Saham Undervalue Ini
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) menjadi 7.164,43 pada penutupan perdagangan Jumat (3/1/2025) kemarin, saham sektor properti menjadi salah satu sektor pendorong penguatan indeks dengan menguat 0,88%.
Pada perdagangan Jumat lalu (3/1/2025), saham LPKR memiliki price earning ratio (PER) 0,40 kali dan price to book value (PBV) 0,23 kali. Sedangkan saham GMTD memiliki PER sebesar 3,84 kali dan PBV sebesar 5,97 kali. Lebih lanjut, PER saham DMAS adalah 4,19 kali dan PBV sebesar 1,03 kali.
Selain itu, saham-saham sektor properti yang juga masuk dalam kategori undervalue adalah saham EMDE, VAST, WINR, HBAT, LPLI, GPRA, DMAS.
Baca Juga
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Soekarno Alatas mengatakan, saham-saham tersebut masuk ke dalam kategori undervalue sebab PER dan PBV dibawah 1-2x atau rata-rata industri.
Pada tahun ini, sejumlah kebijakan pemerintah juga dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi emiten sektor ini. Seperti adanya pembangunan 3 juta rumah, serta sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah untuk sektor properti dan perumahan. Sebut saja, pajak bagi penjualan rumah seharga Rp 2 miliar ditanggung pemerintah 100%.
Ketiga emiten sektor properti dan real estat yang menjadi saham undervalue tersebut pun mencatatkan performa yang ciamik. Hingga kuartal III 2024, emiten real estat dan layanan kesehatan LPKR mencapai laba bersih tanpa bunga (NPAT) sebesar Rp 411 miliar, meningkat 491% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 105 miliar.
Selain itu, laba bersih tanpa bunga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp 18,7 triliun, meningkat 2.275%. Hasil ini didorong oleh serah terima tepat waktu proyek perumahan, pertumbuhan bisnis dari segmen perawatan kesehatan, peningkatan kinerja operasional di segmen gaya hidup, dan pengurangan biaya bunga karena upaya restrukturisasi neraca.
Sementara itu, pendapatan real estat perseroan pada kuartal III 2024 juga tetap kuat di angka Rp 3,17 triliun, didukung oleh serah terima unit hunian dan komersial sesuai jadwal, penjualan tanah kavling, penjualan tanah kuburan di San Diego Hills, dan peningkatan kinerja dalam pengelolaan kota mandiri.
LPKR mencapai penjualan pemasaran sebesar Rp 4,25 triliun mewakili 79% dari target 2024. Perumahan tapak tetap menjadi pendorong utama, yang menyumbang 66% dari total penjualan pemasaran. Kinerja yang kuat ini didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk perumahan tapak yang terjangkau dari peluncuran sebelumnya, seperti Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown, serta proyek-proyek baru seperti seri Zen di Park Serpong dan XQ Livin di Lippo Cikarang Cosmopolis.
Sementara itu, GMTD berhasil membukukan pendapatan menjadi Rp 328,18 miliar pada 9 bulan pertama 2024 atau tumbuh 22,39% dari Rp 268,62 miliar pada tahun lalu. Capaian ini juga didorong oleh laba periode berjalan yang diatribusikan pada pemilik entitas induk hingga kuartal III 2024 yaitu Rp 101,16 miliar atau naik 23,17% dari Rp 82,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Lebih lanjut, DMAS juga mencatatkan kinerja yang positif sepanjang sembilan bulan pertama 2024. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,7 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 71,8% pada sembilan bulan pertama tahun 2024 dibandingkan dengan pendapatan usaha di sembilan bulan pertama tahun 2023 sebesar Rp 984 miliar.
Baca Juga
Cushman & Wakefield: Program 1 Juta Hunian Vertikal Berdampak Positif bagi Sektor Properti
Pada periode ini, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,12 triliun, atau naik sebesar 84,7% dari laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2023 sebesar Rp 608 miliar. Sementara itu, marjin laba bersih tercatat sebesar 66,5%.
Segmen industri menjadi penyumbang utama pendapatan usaha perseroan, mencapai Rp 1,5 triliun atau sekitar 91,1% dari total pendapatan usaha perseroan. Di samping pendapatan dari segmen industri, segmen hunian berkontribusi sebesar Rp 92,3 miliar dan dari segmen komersial berkontribusi sebesar Rp 34,4 miliar.
“Kinerja yang baik pada periode sembilan bulan pertama ini mencerminkan komitmen kami yang antusias terhadap peluang dan inovasi untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan para pemangku kepentingan," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan Perseroan Tondy Suwanto dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/1/2025).

