IHSG Dibuka Menguat ke 7.189, Sektor Energi Naik Paling Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/1/2025), dibuka menguat tipis 26,73 poin (0,37%) menjadi 7.189,93.
Penguatan indeks ditopang kenaikan seluruh sektor saham. Sektor energi mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,71% lalu diikuti oleh sektor Infrastruktur yang naik 0,62%, dan sektor material dasar yang melonjak 0,53%. Sektor konsumer primer naik 0,41%, sedangkan sektor properti menguat 0,36%. Sektor lainnya seperti konsumer non-primer, industri, keuangan, kesehatan, teknologi, hingga transportasi juga mencatatkan kenaikan.
Di tengah kenaikan IHSG, beberapa saham berhasil melesat lampaui kenaikan indeks, seperti saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) menguat 14,85% menjadi Rp 116, saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) naik 9,93% menjadi Rp 155, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) menguat 9,68% menjadi Rp 68, dan PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) menguat 9,62% menjadi Rp 57 per lembar.
Sebaliknya penurunan melanda saham berikut, yaitu saham PT Utama Radar Cahaya (RCCC), PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), dan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO).
Baca Juga
IHSG Berpotensi Melemah, Simak 6 Saham Pilihan Samuel Sekuritas
Pada penutupan perdagangan awal tahun 2025, Kamis (2/1/2025), IHSG ditutup menguat 83,30 poin (1,18%) ke posisi 7.163,20. Sepanjang hari IHSG bergerak direntang 7.088,32-7.163,20.
Sebanyak 316 saham mengalami kenaikan, 270 saham terkoreksi, dan 210 saham stagnan. Adapun nilai transaksi sebesar Rp 9,02 triliun, lalu volume perdagangan saham sebanyak 19,83 miliar, serta total frekuensi perdagangan mencapai 1.097.262 kali dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 12.501,24 triliun.
Baca Juga
Optimistis, Bos Samuel AM Sebut IHSG di 2025 Bisa Dekati Level 8.000
Penguatan indeks didorong sejumlah kenaikan sektor saham yakni sektor bahan baku 1,78%, 1,65%, energi 1,50%, keuangan 1,50%, properti 1,03% dan teknologi 1,32%. Sebaliknya penurunan melanda sektor consumer siklikal, kesehatan, industri, infrastruktur, consumer non-siklikal dan transportasi.

