NH Korindo Rilis Saham Pilihan dari Berbagai Sektor, Saham Bank Papan Atas Masuk
JAKARTA, investortrust.id - NH Korindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025 diproyeksikan bertumbuh dengan target 7.800-8.100. Sedangkan IHSG sampai akhir tahun ini diprediksi menguat ke level 7.400-7.500.
Sentimen utama pendorong IHSG tahun depan adalah peluang pemangkasan suku bunga The Fed dan BI Rate dari posisi saat ini level 6%.
“Tahun 2025, suku bunga the Fed kemungkinan kembali dipangkas dari 5,0% ke level sekitar 3,0- 3,5%,” ujar Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam Market Outlook 2025 di kantor NH Korindo, Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Baca Juga
Sinarmas Sekuritas Targetkan IHSG 2025 ke Level 8.100, Ada 7 Saham Pilihan Teratas
Dia mengatakan bahwa apabila pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) berlanjut tahun depan, pasar saham Indonesia diproyeksikan terdongkrak, khususnya saham-saham sektor perbankan.
Beberapa sektor saham yang menjadi pilihan dari NH Korindo Sekuritas untuk sektor keuangan tahun depan, yaitu saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Sedangkan saham pilihan sektor consumer non-cyclicals adalah ICBP, MYOR, CPIN, dan JPFA dapat menjadi pilihan. Sektor consumer cyclicals terdiri atas saham ERAA dan MAPI.
Dari sektor kesehatan, NH Korindo menjagokan saham KLBF dan SIDO. Pilihan saham Infrastruktur terdiri atas saham TLKM, MTEL, dan TOWR. Saham pilihan dari sektor property terdiri atas saham CTRA dan PWON. Lalu, sektor energi ada MEDC dan ADRO. Saham pilihan untuk sektor industrial adalah saham ASII. Kemudian, sektor basic industri adalah SMGR, INTP, dan ANTM.
Selanjutnya, GOTO menjadi pilihan untuk sektor teknologi. Terakhir, Dari sektor transportasi NH Korindo menjagokan saham JSMR dan ASSA.
Baca Juga
Mirae Asset Targetkan IHSG di Level 8.000 Tahun Depan, Ini Katalis Positifnya
Terkait laju IHSG hingga penghujung tahun 2024, terang Liza, masih tertekan akibat berlanjutnya aksi jual (net sell) saham oleh pemodal asing. Meski demikian potensi penguatan ke level 7.400-7.500 tetap terbuka sampai akhir tahun ini.
“Minimnya sentimen positif dari pasar membuat IHSG harus dibuang lagi asing seperti ini, dan juga pasar lain yang terbilang lebih seksi, seperti Vietnam, India, China, kalau mereka rajin memberikan stimulus yang sedikit mengangkat stock market mereka, yang secara PI ratio, valuasi itu jauh lebih murah daripada Indonesia,” paparnya.
Melihat pola pergerakan indeks tahun ini, dia mengatakan, pemodal disarankan wait and see sambil mencermati keadaan pasar.

