Harga Emas Melemah Ditelan Data Producer Price Index (PPI) AS yang Lebih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas mengalami penurunan ke zona US$ 2.681,30 per troy on pada Jumat (13/12/2024) imbas data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan data PPI AS lebih tinggi yakni naik 0,4% pada November dibanding ekspektasi 0,2%. Data itu menunjukkan tekanan inflasi yang masih kuat di sektor produsen, yang mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve.
Meski pasar hampir yakin bahwa Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember, kekuatan data inflasi produsen ini memberikan ruang bagi pendekatan Fed yang lebih hati-hati dalam pemangkasan berikutnya.
Fokus utama pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga yang akan diambil oleh Federal Reserve (Fed) AS minggu depan. Pembelian emas oleh bank sentral, termasuk People's Bank of China (PBoC), diperkirakan dapat memberikan dukungan tambahan bagi logam kuning tersebut.
Baca Juga
PBoC kembali membeli emas pada bulan November setelah enam bulan hiatus, dengan meningkatkan cadangannya menjadi 72,96 juta ons troy halus.
Di sisi lain, Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah juga berpotensi meningkatkan permintaan akan emas sebagai aset aman. Laporan Reuters menyebutkan bahwa serangan Israel menewaskan setidaknya 30 warga Palestina dan melukai 50 orang lainnya yang sedang berlindung di sebuah kantor pos di Jalur Gaza.
Baca Juga
Harga Emas Melonjak Ditopang Pembelian Bank Sentral China dan Risiko Geopolitik Timur Tengah
“Konflik ini memperburuk situasi di wilayah tersebut, meningkatkan permintaan untuk aset safe-haven seperti emas yang dianggap lebih aman dalam ketidakpastian global,” urai riset tersebut.
Mengacu sentimen tersebut, ICDX memproyeksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.665 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.725. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.640 - US$ 2.533, sedangkan resistance terjauhnya berada di area US$ 2.750 - US$ 2.780

