Harga Emas Meningkat, Ini Prediksi Batas Atas dan Bawahnya
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas meningkat ke zona US$ 2.718 per troy ons Kamis (12/12/2024) didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan, serta ketidakpastian geopolitik. Data inflasi yang tidak melebihi ekspektasi memungkinkan The Fed untuk tetap melanjutkan siklus pelonggaran moneter, yang memberikan sentimen positif bagi aset safe haven seperti emas.
ICDX memproyeksikan harga emas meningkat dengan batas bawah (support) saat ini beralih ke area US$ 2.650 dan batas atas (resistance) terdekat berada di area US$ 2.744. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.605 - US$ 2.540, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.785 - US$ 2.815.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) Kamis,(12/12/2024) memaparkan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS sesuai dengan ekspektasi pasar pada hari Rabu. IHK AS naik menjadi 2,7% tahun ke tahun di bulan November dari 2,6% di bulan Oktober. IHK utama dilaporkan naik 0,3% secara bulanan, sejalan dengan konsensus pasar.
"Sementara itu, IHK inti, tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik 3,3% yoy, sedangkan IHK inti naik 0,3% secara bulanan di bulan November, sesuai dengan ekspektasi. Data ini memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan," tulis riset tersebut.
Baca Juga
Ekosistem Perdagangan Emas Digital Sudah Berjalan 5 Tahun, Lembaga Kliring Miliki Peran Penting
Di sisi lain, Presiden China Xi Jinping menyatakan pada hari Selasa bahwa China optimis dalam mencapai target ekonominya tahun ini, sekaligus menegaskan peran negara tersebut sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi global. Ia menekankan bahwa perang tarif, perang dagang, dan perang teknologi tidak akan menghasilkan pemenang.
Sementara itu, neraca perdagangan China meningkat menjadi CNY 692,8 miliar pada November, lebih tinggi dari CNY 679,1 miliar pada bulan sebelumnya. Ekspor tumbuh 1,5% secara tahunan, melambat dari kenaikan 11,2% di Oktober, sedangkan impor naik 1,2% yoy, berbalik dari penurunan 3,7% sebelumnya.
Baca Juga
"Fokus pasar kedepan menunggu Agenda ekonomi AS hari Kamis menampilkan rilis Indeks Harga Produsen AS dan data klaim tunjangan pengangguran awal Mingguan untuk kejelasan lebih lanjut mengenai jalur penurunan suku bunga Fed," ulasnya.

