Didukung Pemulihan Kinerja dan Potensi Dividen Besar, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas ini konsisten mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Rakyat Indonsia Tbk (BBRI) dengan potensi cuan menggiurkan. Target tersebut menggambarkan pemulihan kinerja keuangan bank pelat merah ini selama kuartal III-2024 dan potensi yield dividen jumbo.
Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000 dan NH Korindo Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.550.
Baca Juga
BRI (BBRI) Catat Laba Bank Only Rp 41,67 Triliun di Kuartal III 2024, Tumbuh 6,85%
Analis Mandiri Sekuritas Boby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabarat mengatakan, saham BBRI layak dipertahankan beli didukung kualitas aset perseroan yang tetap kuat dan rasio dividen yang besar. Hal ini bisa menjadi penggerak saham bank BUMN dengan kapitalisasi pasar saham terbesar ini.
Berdasarkan data, BRI satu dari beberapa bank BUMN dengan rasio dividen jumbo. Rasio dividen tahun buku 2023 mencapai 80,04% atau dengan nilai Rp 48,10 triliun. Dividen tersebut setara dengan Rp 319 per saham.
“Rekomendasi beli saham BBRI juga mempertimbangkan keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebanyak 2% hingga kuartal III-2024. Kenaikan didukung keberhasilan mengimbangi tekanan biaya dana dan biaya kredit dengan pertumbuhan kredit tetap stabil dan produktivitas pendapatan non bunga,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Pandangan positif terhadap saham BBRI juga datang dari analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi. Menurut dia, pemulihan kinerja BBRI mulai terwujud yang ditunjukkan pertumbuhan dari kuartal ke kuartal. Laba bersih perseroan meningkat dari Rp 13,91 triliun pada kuartal II-2024 menjadi Rp 15,47 triliun pada kuartal III-2024.
Baca Juga
Begitu juga dengan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menunjukkan peningkatan secara basis QoQ sebanyak 5,4% dari Rp 33,98 triliun menjadi Rp 35,83 triliun. NII secara YoY basis bertumbuh 4,5% dari Rp 101,2 triliun menjadi Rp 105,76 triliun.
“Kombinasi pertumbuhan tersebut dan beban operasional yang stabil-terkontrol serta efisien menyebabkan kinerja pre-provision operating profit BBRI tumbuh 10,5% menjadi Rp 87,5 triliun hingga September 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 25,3 triliun,” terangnya dalam riset yang diterbitkannya.
NH Korindo Skeuritas menyebutkan bahwa BBRI menunjukkan langkah solid yang mengarah pada perbaikan kualitas aset. Hal ini mendorong NH Korindo Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengant arget harga Rp 5.550.
NH Korindo Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih BBRI menjadi Rp 61,26 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 60,10 triliun. NPL perseroan juga diprediksi tetap terkendali menjadi 2,7% sampai akhir tahun.
Pertumbuhan Laba
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 45,06 triliun per kuartal III 2024. Laba BRI ini tumbuh 2,44% dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya alias year on year (YoY) yang sebesar Rp 43,99 triliun. BRI kembali mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi global dan kondisi ekonomi domestik yang masih penuh dengan tantangan.
Foto: Istimewa
Mengutip laporan keuangan yang dipublikasi di media, Rabu (30/10/2024), laba BRI secara bank only senilai Rp 41,67 triliun, tumbuh 6,8% YoY dari sebelumnya Rp 39 triliun. Sedangkan jika ditambahkan dengan laba untuk kepentingan non pengendali, maka laba konsolidasi BRI mencapai Rp 45,36 triliun, naik dari Rp 44,21 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Gelar Treasury Banking Summit, BRI Perkuat Kolaborasi bagi Pertumbuhan Perbankan Nasional
Dalam paparannya, Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan bahwa ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan adalah hasil dari fundamental bisnis yang kuat. “Capaian tersebut tidak terlepas dari fokus BRI yang secara konsisten memperkuat fundamental kinerja, serta melakukan strategic response yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika pasar,” ungkapnya.
Penopang pertumbuhan laba adalah pendapatan bunga bersih yang naik menjadi Rp 105,75 triliun dari sebelumnya Rp 101,19 triliun. Lalu pendapatan non bunga yang naik menjadi Rp 21,6 triliun, naik 64% YoY pada kuartal III 2024, sehingga selama sembilan bulan pertama tahun ini naik 39% YoY. Namun beban pencadangan pada kuartal III 2024 sebesar Rp 32,5 triliun, naik 40% YoY.
Grafik Saham BBRI

