Saham Turun Drastis, Green Power (LABA) Ungkap Aksi Korporasi yang Bisa Pengaruhi Sahamnya Waktu Dekat
JAKARTA, investortrust.id – PT Green Power Group Tbk (LABA) mengungkap bahwa perseroan akan merealisasikan aksi korporasi dalam waktu dekat yang bisa berakibat terhadap pencatatan sahamnya. Namun demikian jenis aksi korporasi tersebut belum diungkap.
Demikian penjelasan Dirut Green Power (LABA) William Ong dalam tanggapan atas permintaan penjelasan volatilitas transaksi efek LABA yang dilayangkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Tanggapan tersebut disampaikan dalam penguman resminya di BEI, Selasa (3/12/2024).
Baca Juga
Sahamnya Terjun Bebas Sebulan, Green Power (LABA) Umumkan Kinerja Keuangan Begini
BEI sebelumnya mempertanyakan penurunan harga saham LABA yang drastic dalam beberapa pekan terakhir. BEI mengajukan pertanyaan apakah Green Power (LABA) akan melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang berkibat terhadap pencatatan saham perseroan.
Menjawab pertanyaan tersebut, William Ong menyebutkan, LABA memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat atau dalam tiga bulan ke depan yang akan berakibat terhadap pencatatan saham LABA di BEI.
Berdasarkan data BEI, saham LABA telah anjlok lebih dari 50% dalam tiga bulan terakhir menjadi Rp 290. Bahkan, penurunan lebih dalam lagi, jika mengaju dari harga penutupan tertinggi saham LABA Rp 775 pada 5 September 2024.
Baca Juga
Green Power Group (LABA) Teken Kontrak Produksi Baterai Motor Listrik Rp 139 Miliar
Fluktuasi saham LABA mulai terjadi setelah PT Nev Stored Energy resmi menjadi pengendali baru emiten tersebut dan mulai ekspansi bisnis ekosistem baterai kendaraan Listrik.
Nev Stored Energy menjadi pengendali baru setelah mengakuisisi sebanyak 50,75% saham Green Power (LABA) pemegang saham lama dengan harga akuisisi Rp 53,12 per saham yang diumumkan pada 1 Juli 2024.
Usai resmi dikendalikan Nev Stored, LABA mengumumkan sejumlah aksi korporasi. Di antaranya, Green Power (LABA) melalui PT Green City Traffic (ECGO) akan mengembangkan baterai motor listrik dengan target suplai 31.000 unit hingga akhir tahun 2024
Baca Juga
IHSG bisa Lanjutkan Rebound, Tiga Saham Ini Direkomendasikan Beli
Hingga kuartal III-2024, LABA membukukan penurunan drastic penjualan bersih dari Rp 8,10 miliar menjadi Rp 4,82 miliar hingga kuartal III-2024. Penurunan tersebut membuat laba kotor anjlok dari Rp 1,54 miliar menjadi Rp 54,87 juta.
Penurunan tersebut berimbas terhadap peningkatan rugi usaha emiten ini dari Rp 3,56 miliar menjadi Rp 5,72 miliar. Rugi bersih juga melesat dari Rp 3,90 miliar menjadi Rp 5,92 miliar.
Grafik Saham LABA

