IHSG Sesi I Lanjutkan Koreksi, Sejumlah Saham Ini Turun Dalam
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (2/12/2024), ditutup melemah 13,8 poin (0,19%) menjadi 7.100,47. Pelemahan ini melanjutkan koreksi indeks sepanjang pekan lalu.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham berikut, yaitu saham sektor consumer primer 1,19%, sektor keuangan 0,86%, sektor kesehatan 0,99%, sektor property 0,32%, dan sektor industry 0,10%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi 1,09%.
Baca Juga
Perdagangan Saham November, IHSG Anjlok 6% hingga Net Sell Saham Rp 16,81 Triliun
Meski IHSG melemah, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga, seperti PT Distribusi Voucher Nusanatara Tbk (DIVA) naik 28% menjadi Rp 224, PT Multritrend Indo Tbk (BABY) naik 19,75% menjadi Rp 388, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) menguat 20% menjadi Rp 240, PT Lini Imaji Eksositem Tbk (FUTR) naik 16,30% menjadi Rp 157, dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menguat 13,16% menjadi Rp 129.
Sebaliknya sejumlah saham dengan penurunan drastic, yaitu saham PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON), PT Sawit Sumermas Sarana Tbk (SSMS), PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Voksel Electric Tbk (VOKS), dan PT Green Power Group Tbk (LABA).
IHSG sepanjang pekan lalu atau 25-29 November 2024 ditutup anjlok sebanyak 1,13% menjadi 7.114,26. Begitu juga dengan kapitalisasi pasar saham menguap Rp 52 triliun menjadi Rp 12.000 triliun.
Baca Juga
Terus Berdayakan Masyarakat, Bukit Asam (PTBA) Dianugerahi Tamasya Award oleh Kementerian ESDM
Penurunan indeks tersebut dipengaruhi atas koreksi sebanyak 448 saham, sebanyak 225 saham tak mengalami perubahan harga, dan hanya 274 saham yang catatkan penguatan harga. Koreksi dipicu kejatuhan saham sektor teknologi sebanyak 3,54%, sektor material dasar turun 2,62%, dan sektor infrastruktur anjlok 1,09%.
Penurunan indeks pekan ini juga dipengaruhi berlanjutnya aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 3,89 triliun atau meningkat dari pekan sebelumnya Rp 3,62 triliun. Hal ini menjadikan net sell saham di BEI sepanjang November menjadi Rp Rp 16,81 triliun.
Grafik IHSG

