Perdagangan Saham November, IHSG Anjlok 6% hingga Net Sell Saham Rp 16,81 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 16,81 triliun sepanjang November 2024, dibandingkan Oktober 2024 senilai Rp 11 triliun. Realisasi tersebut menjadikan total pembelian bersih (net buy) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) year to date (ytd) turun menjadi Rp 21,55 triliun.
Derasnya aliran keluar dana asing menjadikan indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang November turun sebanyak 6% dari penutupan 7.574 menjadi 7.114 atau level terendah baru terhitung sejak 1 Juli 2024. Rata-rata nilai transaksi juga mengalami penurunan dan kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp 12.00 triliun.
Baca Juga
Sedangkan berdasarkan data, net sell terbesar dicatatkan saham bank. Di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 7,01 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 3,17 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 2,19 triliun.
Net sell besar lainnya melanda saham PT Alatri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencapai Rp 1,41 triliun dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 968,14 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 715,10 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya sejumlah saham dengan torehkan pembelian bersih (net buy) sepanjang November 2024, yaitu saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 663,84 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 457,91 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 351,57 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 303,92 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 253,70 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 251,52 miliar.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan lalu memangkas turun target IHSG BEI tahun ini menjadi 7.448. Pemangkasan target tersebut mencerminkan kinerja keuangan emiten yang masih mengecewakan.
Grafik IHSG November

