Hari Ini, IHSG Cenderung Lanjutkan Koreksi, Saham BUMI dan SILO Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/12/2024), masih berpotensi melanjutkan penurunan ke area harmonic support 6.984 setelah ditutup anjlok pekan lalu. Pergerakan indeks dalam rentang 7.114-7.269.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa trend bearish masih melanda indeks dengan potensi lanutkan penurunan ke area support 6.984. Sedangkan resisten sementara indeks level 7.269.
Baca Juga
Ancara Logistics (ALII) Cetak Lonjakan Laba hingga Kuartal III-2024, Nilainya Segini
Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi laju Wall Street akhir pekan lalu ditutup melesat dengan penguatan paling tinggi melanda indeks Nasdaq mencapai 0,83%. Penguatan pesat juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,56% dan indeks Dow Jones menguat 0,42%.
Meski trend bearish, BRI Danareksa Sekuritas menjagokan dengan rekomendasi beli saham BUMI target harga Rp 156-176. Begitu juga dengan saham SILO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.290-3.650. Sebaliknya saham JSMR dan PTBA direkomendasikan jual.
IHSG sepanjang pekan lalu atau 25-29 November 2024 ditutup anjlok sebanyak 1,13% menjadi 7.114,26. Begitu juga dengan kapitalisasi pasar saham menguap Rp 52 triliun menjadi Rp 12.000 triliun.
Baca Juga
Perusahaan Hermanto Tanoko Ini Tambah Jutaan Saham Mega Perintis (ZONE), Ada Apa?
Penurunan indeks tersebut dipengaruhi atas koreksi sebanyak 448 saham, sebanyak 225 saham tak mengalami perubahan harga, dan hanya 274 saham yang catatkan penguatan harga. Koreksi dipicu kejatuhan saham sektor teknologi sebanyak 3,54%, sektor material dasar turun 2,62%, dan sektor infrastruktur anjlok 1,09%.
Penurunan indeks pekan ini juga dipengaruhi berlanjutnya aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 3,89 triliun atau meningkat dari pekan sebelumnya Rp 3,62 triliun. Hal ini menjadikan net sell saham di BEI sepanjang November menjadi Rp Rp 16,81 triliun.
Sedangkan tiga saham tercuan pekan lalu, yaitu saham PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) mencapai 84,89% dari Rp 1.395 menjadi Rp 2.720. Selanjutnya saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk INPC melesat sebanyak 73,02% dari Rp 252 menjadi Rp 436.
Grafik IHSG

