Peluang Koreksi IHSG Tertahan, Saham EMTK dan SILO Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Gerak penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/10/2024), diprediksi tertahan di area support. Hal ini diprediksi membuka peluang pergerakan indeks berada dalam rentang 7.606-7.714 sepanjang hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa koreksi indeks cenderung tertahan setelah mulai menguji support MA60 level 7.606. Meski demikiian pemodal disarankan untuk tetap mewaspadai penurunan lebihb lanjut, apabila IHSG turun ke bawah support 7.606.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham Wall Street semalam, yaitu Nasdaq terbang sebanyak 0,78% ke level tertinggi baru dan S&P500 menguat 0,16%. Sebaliknya Dow Jones ditutup melemah 0,36%.
Hari ini, BRI Danareksa Sekuritas menjagokan saham EMTK dan SILO direkomendasikan beli dengan target harga masing-masing Rp 525-570 dan Rp 3.400-3.800. Sebaliknya saham ABMM dan MYOR direkomendasikan jual.
Baca Juga
Saham Teknologi Dongkrak Nasdaq ke Rekor Tertinggi Baru, tapi Dow Merosot Lebih dari 150 Poin
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 28,03 poin (0,37%) menjadi 7.606,60. Pemodal asing lagi-lagi melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 511,18 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 407,89 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 158,56 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 97,23 miliar.
Koreksi indeks kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 1,01%, sektor industri 0,87%, sektor keuangan 0,50%, sektor material dasar 0,30%, dan sektor transportasi 0,42%. Sebaliknya penugatan melanda saham sektor infrastruktur 1,02%, sektor kesehatan 0,76%, sektor konsumer non primer 0,72%, sektor teknologi 0,74%, dan sektor properti 0,49%.
Grafik IHSG

