Emas Catat Penurunan Bulanan 3%, Terburuk dalam Setahun
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas naik pada Jumat (29/11/2024), didukung oleh penurunan dolar dan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut. Namun, logam mulia ini mencatat kerugian bulanan terburuk sejak September tahun lalu akibat aksi jual pascapemilu yang dipicu oleh kemenangan Donald Trump.
Baca Juga
Harga emas spot naik 0,7% menjadi $2.660,28 per once, tetapi diperkirakan turun lebih dari 2% secara mingguan setelah penurunan tajam awal pekan ini. Futures emas AS juga naik 0,7% menjadi $2.684,9.
Sepanjang bulan ini, emas telah turun lebih dari 3%, penurunan bulanan terburuk sejak September 2023, karena "euforia Trump" mendorong penguatan dolar awal bulan ini dan menghentikan reli emas, memicu aksi jual pascapemilu.
Indeks dolar jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua minggu, tetapi masih diperkirakan naik 2% pada November karena kemenangan Trump pada 5 November memicu ekspektasi pengeluaran fiskal besar-besaran, tarif yang lebih tinggi, dan pengetatan kebijakan imigrasi.
Emas, yang sebelumnya didukung oleh ketegangan geopolitik dan pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, kini menghadapi tekanan karena tarif yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan mendorong Fed untuk bersikap lebih hati-hati dalam pemotongan suku bunga berikutnya.
Masih belum pasti bagaimana tarif yang dijanjikan Trump akan berdampak, kata Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco Metals, seperti dikutip CNBC.
"Namun, ketidakpastian terkait tarif, yang dapat memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi, sebenarnya bisa menguntungkan pasar emas sebagai aset safe-haven," tambahnya.
Emas secara tradisional dipandang sebagai investasi yang aman selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik serta cenderung berkembang dalam lingkungan suku bunga rendah.
"Ketidakpastian global yang terus-menerus terus mendorong permintaan emas sebagai aset safe-haven," tulis Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, dalam sebuah catatan.
Pada Kamis, militer Israel melaporkan adanya dugaan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon selatan oleh Hizbullah, sementara Rusia melancarkan serangan besar kedua bulan ini terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Baca Juga
Ancaman Rusia Tak Main-main, Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina
Harga spot perak naik 1,3% menjadi $30,64 per ons, platinum naik 2% menjadi $949,80, dan paladium bertambah 0,7% menjadi $982,50. Semua logam tersebut diperkirakan mencatat kerugian bulanan.

