IHSG masih Trend Bearish, tapi Dua Saham Ini bisa Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/11/2024), masih cenderung bergerak bearish. Potensi penurunan ke area support selanjutnya 6.998-7.064 tetap terbuka.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa belum ada perubahan signifikan terhadap pergerakan IHSG setelah sebelumnya menembus level support 7.228. Arah pergerakan bearish masih terbuka dengan perkiraan rentang pergerakan hari ini 7.064-7.370.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi lompatan bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones melesat 1,06%. Begitu juga dengan indeks S&P500 naik 0,53% dan Nasdaq naik tipis 0,033%.
Meski indeks cenderung bearish, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham KIJA dengan target harga Rp 200-220 dan saham WIFI dengan target harga Rp 472-535. Sebaliknya saham AUTO dan BRIS direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 39,43 poin (0,55%) menjadi 7.140. Pemodal asing membukukan kenaikan penjualan bersih (net sell) saham menjadi Rp 1,13 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 531,27 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 382,97 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 66,82 miliar.
Baca Juga
Pasar Eropa Menguat, tapi Saham JD Sports Inggris Anjlok 15%
Pelemahan IHSG tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer non primer 0,92%, sektor keuangan 0,80%, sektor property 0,77%, sektor transportasi 0,71%, sektor consumer primer 0,22%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor infrastruktur, teknologi, kesehatan, dan energi.
Meski IHSG turun, sebanyak 10 saham naik hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) Naik 34,94% menjadi Rp 224, PT Inter Delta Tbk (INTD) menguat 34,43% menjadi Rp 246, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) naik 35% menjadi Rp 135, PT Victoria Investama Tbk (VICO) melesat 34,83% menjadi Rp 240, dan PT Perma Plasindo Tbk (BINO) naik 34,09% menjadi Rp 236.
Grafik IHSG

