Trend Bearish masih Merasuki IHSG Hari Ini, Sebaliknya BRIS dan JPFA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/11/2024), diprediksi lanjutkan trend bearish dengan peluang melanjutkan pelemahan ke areah 6.998-7.064.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pagi ini menyebutkan bahwa belum ada perubaban signifikan terhadap pola pergerakan indeks. Posisi IHSG masih konsolidasi pada area support 7.182. “View kita masih sama, arah trend masih bearish,” sebut riset tersebut.
Baca Juga
KPK Tetapkan Cagub Petahana Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai Tersangka Pemerasan
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi lompatan bursa saham Wall Street akhir pekan lalu, yaitu Dow Jones ditutup menguat 0,97%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,35% dan Nasdaq sebanyak 0,16%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli dua saham berikut, yaitu saham BRIS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.060-3.350 dan JPFA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.830-2.020. Sebaliknya saham PNLF dan TINS direkomendasikan jual.
IHSG pekan lalu ditutup menguat menguat 34,30 poin (0,48%) menjadi 7.195,56. kenaikan sebanyak 341 saham, sebanyak 234 saham tak mengalami perubahan harga, dan sebanyak 370 saham mencatatkan penuruna. Meski IHSG pekan ini ditutup menguat kapitalisasi pasar (market cap) BEI masih turun tipis 0,08% menjadi Rp 12.053 triliun.
Baca Juga
Melalui Perundingan Alot, COP29 Sepakati Pendanaan Iklim US$ 300 Miliar
Penguatan indeks pekan 18-22 November tersebut ditopang atas kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 4,56%, sektor infrastruktur 2,03%, sektor materal dasar 1,25%, sektor consumer primer 2,22%, dan sektor energi 0,35%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property, sektor consumer non primer, dan sektor industry.
Terkait aksi pemodal asing, BEI mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor luar negeri masih berlanjut dengan total Rp 3,65 triliun pekan ini. Penyumbang terbesar masih datang dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,65 triliu dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,16 triliun.
Baca Juga
Dilepas JD Sports Inggris, Erajaya (ERAA) Kini Jadi Pengendali Tunggal Gerai JD Sports di Indonesia
Sebaliknya saham yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) pemodal asing pekan ini, yaitu saham PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) Rp 145,98 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 136,49 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 124,36 miliar.
Berdasarkan data net sell saham pekan ini juga mulai menunjukkan tren penurunan, dibandingkan tiga pekan sebelumnya, seperti pekan 28 Oktober-1 November Rp 2,64 triliun, pekan 4-4-8 November bernilai Rp 4,50 triliun, dan 11-15 November bernilai Rp 4,64 triliun.
Pekan lalu, tercatat tiga saham dengan lompatan lebih dari 100%, yaitu saham PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) menguat 131,88% menjadi Rp 320, saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik sebanyak 128,78% menjadi Rp 9.975, dan saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) naik 105,65% menjadi Rp 252.
Grafik IHSG 5 Hari

