Hashim Ajak Pendiri Hedge Fund Kakap Ray Dalio Gabung Danantara
JAKARTA, investortrust.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan, pemerintah bakal mengundang para investor luar negeri dalam pembiayaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Bukan hanya itu, pemerintah juga mengajak sosok investor kawakan AS, Ray Dalio, untuk bergabung dengan Danantara. Sebagai informasi, Ray Dalio merupakan pendiri Bridgewater Associates, sosok miliarder yang besar dari hedge fund.
Baca Juga
Hashim Sebut Danantara Akan Disuntik Rp 300 Triliun Per Tahun, Ini Sumber Dananya
“Idenya adalah untuk mengundang investor dari Singapura, dari semua bagian dunia yang menarik, untuk berinvestasi bersama Danantara. Mudah-mudahan orang-orang, seperti Ray Dalio dan Bridgewater juga akan datang,” kata Hashim dalam acara Indonesia "Green Energy Investment Dialogue 2025" di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Hashim berharap, dengan bergabungnya para tokoh global ke Danantara, akan menarik lebih banyak investor untuk terlibat. Bukan hanya menjalankan proyek-proyek layak, tetapi investasi ramah lingkungan guna mendukung transisi energi hijau di Tanah Air.
“Jadi idenya adalah mendanai transisi energi hijau, dan Danantara adalah salah satu elemen, salah satu instrumen untuk melaksanakan program tersebut,” ujar adik Presiden Prabowo Subianto itu.
Baca Juga
Danantara Diluncurkan, tapi Saham-Saham Emiten BUMN malah Berguguran
Diketahui, pemerintah berencana menyuntik dana US$ 20 miliar setiap tahun untuk Danantara. Namun, Hashim menerangkan bahwa Danantara tidak akan mendanai proyek-proyek sendirian. Dia berharap investor dari negara-negara lain bisa menanamkan modalnya bersama Danantara dengan komposisi 50-50.
“Jadi US$ 20 miliar, secara teori, kita berinvestasi bersama dengan investor dari tempat lain, jika kita melakukannya dengan dasar 50-50, Danantara 50%, investor bersama 50%, dan mereka tidak harus menjadi investor yang sama untuk setiap proyek,” ucap Hashim.
Sebelum ini, Presiden Prabowo mengungkapkan, investasi senilai US$ 20 miliar akan digunakan untuk menggarap 20 proyek strategis yang fokus pada hilirisasi nikel, bauksit, tembaga, pembangunan pusat data kecerdasan buatan, kilang minyak, pabrik petrokimia, produksi pangan dan protein, aquakultur, serta energi terbarukan.

