IHSG Ditutup Melesat 0,86%, Empat Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/11/2024), ditutup rebound dengan kenaikan sebanyak 61,44 poin (0,86%) menjadi 7.195,72. Pergerakannya dalam rentang 7.134,28-7.229,83 dengan nilai transaksi Rp 9,85 triliun.
Kenaikan indeks didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 5,24%, sektor infrastruktur 2,56%, sektor consumer primer 2,18%, sektor property 1,50%, dan sektor material dasar 0,58%. Sebaliknya pelemahan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,24%.
Baca Juga
Tiga Saham Emiten Telko ISAT, TLKM, dan EXCL Mendadak Melesat, Bagaimana Target Harganya?
Sejalan dengan penguatan IHSG, tiga saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) naik 34,91% menjadi Rp 228, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) naik 34,43% menjadi Rp 164, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,57% menjadi Rp 1.090, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 19,72% menjadi Rp 6.525.
Kenaikan pesat juga melanda saham PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) sebanyak 25,42% menjadi Rp 222 dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 17,86% menjadi Rp 66.
Sebaliknya saham dengan penurunan besar, yaitu saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS).
Baca Juga
Ekspor Harus Naik 9%, Jika Ingin Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 26,98 poin (0,38%) menjadi 7.134,28. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 982,58 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 487,22 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 293,39 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 266,49 miliar.
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi turun 1,05%, sektor teknologi 1,46%, sektor property 1,38%, sektor keuangan 0,74%, dan sektor kesehatan 0,50%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan material dasar.
Grafik IHSG

