Kementerian PU Pastikan Tol Solo - Prambanan dan Serbaraja Fungsional Jelang Nataru
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan jalan tol Solo-Prambanan dan Serpong-Balaraja (Serbaraja) akan difungsionalkan guna mendukung kelancaran arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
“Atas instruksi Pak Menteri PU (Dody Hanggodo), jalan tol harus disiapkan untuk menghadapi Nataru. Di antaranya, penggunaan fungsional jalan tol Solo-Prambanan. Sedangkan target Pembangunan jalan tol Solo-Jogja tuntas tahun 2027. Kita upayakan fungsional jalan tol Solo-Prambanan selama Nataru,'' kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (18/11/2024).
Baca Juga
OJK Perkirakan Kondisi Perbankan Bakal Tetap Terjaga di Tahun 2025
Sedangkan Tol Serbaraja dipastikan selesai uji laik fungsinya jelang libur Nataru 2024/2025. ''Tol itu sudah dimintakan untuk dilakukan uji laik fungsi. Kelihatannya tol tersebut juga akan fungsional menjelang Nataru. Kita akan cek dulu,'' ucap Rachman.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, ruas tol seksi Kartosuro -Purwomartani untuk segmen Klaten – Prambanan sepanjang 8,6 km akan difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus mudik libur Nataru 2024/2025.
Fungsionalnya segmen Klaten - Prambanan ini akan melengkapi seksi Kartasura - Klaten yang sudah beroperasi sejak Oktober 2024 sepanjang 20,1 km guna mengurai kemacetan saat arus mudik dan arus balik, serta mempersingkat waktu tempuh.
Baca Juga
Kemenhub Pantau Titik Rawan Kecelakaan di Musim Libur Nataru
"Klaten - Prambanan konstruksinya sudah selesai, tinggal kelengkapan saja dan semoga awal-awal Desember 2024 sudah bisa difungsikan. Memang masih butuh kelengkapan-kelengkapan, tetapi terus dikejar untuk menghadapi traffic saat Nataru," kata Dody dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (16/11/2024).
Menteri Dody berharap nantinya Segmen Klaten - Prambanan dapat difungsionalkan dalam 24 jam, sehingga dapat mengurangi beban jalan nasional dan angka kecelakaan.
Baca Juga
Sebagai informasi, Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo dibangun menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan total biaya investasi sebesar Rp 27,49 triliun.
Tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen dan Tol Semarang - Solo, sehingga melengkapi jaringan jalan tol yang diharapkan meningkatkan aksesibilitas kawasan-kawasan produktif dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

