Kemenhub Pantau Titik Rawan Kecelakaan di Musim Libur Nataru
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeklaim telah membentuk tim untuk mengecek titik-titik lokasi yang diproyeksikan terjadi penumpukan kendaraan hingga titik rawan kecelakaan di beragam moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, serta perkeretaapian jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Komjen Pol (Purn) Suntana saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).
“Kami sudah membuat tim untuk datang ke spot-spot itu. Misalnya Jalan Tol Cikampek dan lain-lainnya, kecelakaan dan lain-lain. Lalu Merak – Bakauheni, Ketapang – Gilimanuk dan beberapa titik yang lain yang diperkirakan berdasarkan data setiap tahun ada permasalahan lalu lintas, apakah macet, kecelakaan, penumpukan (kendaraan), dan lain-lain,” katanya.
Tak hanya itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara dan selalu mengutamakan keselamatan.
“Saya sangat membutuhkan partisipasi luas dari masyarakat, tolong lebih mengindahkan lagi aturan berkendara, aturan keselamatan. Jangan karena buru-buru dia (pengendara) mengabaikan keselamatan, malah terjadi apa-apa dan mengorbankan masyarakat lain,” ujar Suntana.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Tambah Empat Pesawat Baru Jelang Nataru
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kemenhub tengah melakukan uji kelaikan atau rampcheck terkait pengoperasian 10.000 bus jelang libur panjang Nataru 2024/2025.
“Dengan target 10.000 armada yang harus dilakukan rampcheck, saat ini hingga tanggal 30 November nanti kita fokus di lokasi Pool - Pool Bus. Kendaraan yang dikatakan laik jalan yaitu memiliki izin resmi dan kartu pengawasan, memenuhi persyaratan teknis laik jalan dan juga administrasi,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Irjen Pol Risyapudin Nursin beberapa waktu lalu.
Adapun pelaksanaan rampcheck angkutan umum dilakukan sejak tanggal 6 November - 20 Desember 2024 mendatang. Setelah Pool Bus, menurut Risyapudin, inspeksi keselamatan juga akan difokuskan di terminal, rest area dan tempat - tempat wisata.
"Kini Ditjen Perhubungan Darat memiliki program Door-to-Door Service untuk pelaksanaan rampcheck di daerah-daerah seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan guna percepatan dan pemenuhan target inspeksi keselamatan angkutan umum,'' tambahnya.
Risyapudin menekankan, pelaksanaan rampcheck dilakukan untuk mendeteksi dini potensi kerusakan pada armada bus sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan memastikan perjalanan penumpang tetap aman dan lancar.
Baca Juga
Sherpa G20 Indonesia Jadi Pemimpin Perundingan di Akhir Presidensi G20 Brasil
''Kami turut mengimbau masyarakat untuk turut serta berperan dalam menciptakan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dengan terlebih dulu mengecek kelaikan jalan dari armada bus yang akan digunakan melalui aplikasi atau Web Mitra Darat,'' imbuh Risyapudin.
Direktur Sarana Transportasi Jalan, Amirulloh menambahkan, pihaknya telah melakukan rampcheck terhadap 1.152 bus dengan rincian 949 unit atau 82,37% armada laik operasi dan 203 unit atau 17,63% armada tidak laik operasi hingga Jumat (8/11/2024) pagi.
Dari jumlah tersebut, menurutnya, telah diperiksa sebanyak 789 bus AKAP, 292 bus AKDP, 69 bus pariwisata dan 2 bus lainnya.
"Sebagai upaya mewujudkan keselamatan, kami juga mengharapkan adanya pemeriksaan pada pengemudi. Diharapkan semua Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat di wilayah masing-masing bisa bekerja sama dengan Pemerintah Daerah maupun Jasa Raharja untuk menyiapkan posko kesehatan di terminal - terminal," tutup Amir.

