Saham Pendatang Baru DAAZ dan NAIK Melesat hingga ARA Berhari-hari, Bagaimana Bisnisnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dan PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) tercatat sebagai saham pendapatan baru yang listing di Bursa Efek Indonesia pekan lalu dengan tingkat kenaikan harga sangat mengesankan.
Berdasarkan data BEI, saham DAAZ yang dicatatkan di BEI pada 11 November 2024 telah berhasil melesat dari Rp 880 menjadi Rp 2.760 hingga penutupan perdagangan saham 15 November. Saham DAAZ berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) dalam lima hari transaksi dengan kenaikan telah mencapai 213,63%.
Baca Juga
Begitu juga dengan saham NAIK yang baru ditransaksikan tiga hari di BEI ikut mencatatkan lompatan harga yang mengesankan dalam tiga hari transaksi pekan lalu. Saham yang listing perdana 13 November ini telah melesat dari Rp 107 menjadi Rp 260 pada penutupan 15 November. Saham NAIK juga berhasil torehkan ARA dalam tiga hari transaksi dengan kenaikan mencapai 142,99%.
DAAZ sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 300 juta saham atau setara dengan 15,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga Rp 880 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 264 miliar.
DAAZ merupakan emiten perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan komoditas tambang, jasa angkutan laut, dan jasa pertambangan yang dicatatkan di papan utama BEI. Perseroan bersama dengan anak usahanya disebut didukung rantai pasokan yang terintegrasi dalam industri mineral, sehingga dapat meningkatkan efektivitias dan efisiensi bagi perseroan.
Terkait kinerja keuangan, hingga April 2024, perseroan menorehkan pendapatan sebanyak Rp 2,58 triliun dengan raihan laba bersih Rp 84,93 miliar, dibandingkan dengan April 2023 dengan torehan pendapatan Rp 2,49 triliun dan laba periode berjalan Rp 98,02 miliar.
Saham NAIK
Sementara itu, Adiwarna Anugerah (NAIK) adalah emiten perdagangan sistem proteksi kebakaran resmi melantai dan menjadi perusahaan ke-39 yang listing di BEI tahun 2024.Perseroan sebelumnya telah menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering dengan menerbitkan dan menawarkan sebanyak 750 juta lembar dengan harga Rp 107 per saham saham. Perseroan juga menerbitkan sebanyak 375 juta Waran Seri I dengan rasio 2:1 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 135 per saham.
Baca Juga
Bidik Rp 80,25 Miliar, Adiwarna Anugerah Gelar Bookbuilding IPO di Kisaran Rp 100 - Rp 107
Dana yang diperoleh dari hasil IPO sebesar Rp 80,25 miliar setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk pembelian material utama, material pembantu, material consumables, serta biaya gaji, lembur tenaga kerja, akomodasi serta mobilisasi tenaga kerja.
Terkait prospek bisnis perseroan, manajemen NAIK menyebutka, industri sistem proteksi kebakaran (Fire Protection System) menunjukkan prospek yang sangat positif, baik secara global maupun di Indonesia.Peningkatan investasi pada proyek infrastruktur, kesadaran yang lebih tinggi terhadap keselamatan, serta peraturan pemerintah terkait keselamatan kebakaran menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri ini.
Di Indonesia sendiri, laporan 6WResearch memperkirakan bahwa market size industri ini akan terus meningkat pada CAGR 6,4% selama periode 2023-2029. Dengan dukungan regulasi dan pertumbuhan sektor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), prospek bisnis fire protection systems di Indonesia diproyeksikan semakin cerah.
Grafik Saham DAAZ dan NAIK

