Pemulihan Berlangsung, Saham Japfa Comfeed (JPFA) Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) menyimpan potensi pertumbuhan mengensankan ke depan didukung sejumlah faktor. Hal ini menjadikan saham peternakan dan produsen pakan ayam terbesar kedua di Indonesia ini direkomendasikan beli.
Analis Sucor Sekuritas Clara Natahina dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (17/10/2024), menyebutkan tiga faktor yang membuat saham JPFA layak direkomendasikan beli. Pertama, kehadiran pemerintah untuk membantu bisnis peternakan ayam tak kelebihan pasokan bersamaan dengan menjaga harga jual.
Baca Juga
Japfa (JPFA) Tetapkan Dividen Interim Rp 813,93 Miliar, Simak Jadwal Pembagiannya
Melalui program ini, terang Clara, pemerintah telah menerapkan sejumlah strategi, seperti memangkas impor jumlah grandparent stock (GPS) saat pasokan berlebih dan menggelar program pemusnahan anak ayam atau culling program. Pemerintah membentuk harga referensi untuk komoditas peternakan untuk menjaga harga stabil dan rencana pemerintah mewujudkan program makan bergizi gratis.
Estimasi Kinerja Keuangan JPFA
Faktor kedua yang membuat saham JPFA layak dipertahankan beli, terang dia, seluruh divisi perseroan diharapkan menjadi penopang pertumbuhan dalam jangka panjang, seperti pakan ternak, broiler, anak ayam atau DOC, hingga pemrosesan dan produksi makanan berbahan daging ayam. Seluruh divisi ini diharapkan pertahankan pertumbuhan, seiring dengan pertumbuhan pasar.
Selain itu, dia mengatakan, secara valuasi saham JPFA kini menarik. Saat ini saham JPFA ditransaksikan setara dengan diskon 70% terhadap harga saham PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN). Harga saham JPFA saat ini belum mempertimbangkan potensi pemulihan kinerja keuangan dengan target laba bersih mencapai Rp 2 triliun tahun 2024.
Baca Juga
Memasuki Kuartal IV, Saham Emiten Peternakan Ayam Ini Direkomendasikan Beli
“Berbagai faktor tersebut mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JPFA dengan target harga Rp 1.910. Target ini merefleksikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 10,2 kali,” tulisnya.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,95 triliun tahun ini dan diharapkan melesat menjadi Rp 2,16 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 930 miliar. Pendapatan JPFA juga diproyeksikan naik dari Rp 51,17 triliun menjadi Rp 57,28 triliun pada 2024 dan menjadi Rp 62,70 triliun pada 2025.
Grafik Saham JPFA

