Pemangkasan Suku Bunga The Fed Bawa Pemulihan Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas pulih ke zona US$ 2.707 per troy ons pada Jumat (8/11/2024) setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase seperti yang diperkirakan secara luas yang menekan Dolar AS.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertemuan kemarin kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,5%-4,75% seperti yang diperkirakan oleh pelaku pasar.
“Suku bunga AS yang lebih rendah memberikan tekanan pada dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil,” ulas riset tersebut.
Baca Juga
Bank dan Perguruan Tinggi Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell mengindikasikan bahwa bank sentral akan melanjutkan pemangkasan suku bunga, mengingat ketatnya kebijakan moneter yang sedang berlangsung.
Powell menekankan The Fed akan terus menilai data ekonomi untuk memutuskan kecepatan dan tujuan perubahan suku bunga di masa depan, hal ini menyoroti inflasi yang secara bertahap melambat menuju target 2% The Fed.
Di sisi Data ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS pada pertemuan kemarin melaporkan klaim tunjangan pengangguran awal AS naik menjadi 221.000 untuk pekan yang berakhir pada 1 November.
“Angka ini sesuai dengan estimasi pelaku pasar sebelumnya sebesar 218.000,” paparnya.
Baca Juga
Harga Emas Terpuruk Akibat Penguatan Dolar Pasca Kemenangan Trump
Di sisi lain, indeks Manajer Pembelian Jasa ISM AS meningkat menjadi 56,0 di bulan Oktober, naik dari 54,9 di bulan September, melebihi prakiraan 53,8. Sebaliknya, S&P Global Services IMP terdaftar di 55,0 di bulan Oktober, sedikit di bawah pembacaan sebelumnya dan ekspektasi 55,3.
Selain itu, riset ICDX menunjukkan saat ini harga emas menurun dengan support beralih ke area US$ 2.660 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.754. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.640, sedangkan resistance terjauhnya berada di area US$ 2.790 US$ 2.845.

