Harga Emas Terpuruk Akibat Penguatan Dolar Pasca Kemenangan Trump
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menurun ke zona US$ 2.659 per troy ons pada Kamis (7/11/2024) setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS membawa dampak terhadap penguatan Dolar AS sehingga menekan emas lebih lanjut.
Mengutip riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) dolar AS telah melonjak karena warga Amerika Serikat (AS) telah memilih Donald Trump dari Partai Republik sebagai Presiden ke-47. Trump mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Kamala Harris.
“Donald Trump berhasil kembali ke kursi kepresidenan Amerika Serikat dengan lonjakan dukungan dari pemilih Hispanik, kelompok muda, dan warga kelas pekerja yang tidak memiliki gelar sarjana,” tulis riset ICDX.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Naik Rp 4.000, Dibanderol Rp 1.543.000 per Gram
Kampanye populis yang menekankan perlindungan ekonomi dan pemotongan pajak menarik simpati pemilih di banyak negara bagian, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kebijakannya yang pro-ekonomi domestik.
Selain itu, pasar juga mengantisipasi keputusan suku bunga The Fed yang akan datang sebagai faktor penentu lebih lanjut terhadap harga emas. Pertemuan The Fed selanjutnya dijadwalkan pada hari Kamis dengan perkiraan pasar pada penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 4,50%-4,75%. Hal ini diperkirakan menjadi penurunan suku bunga kedua tahun ini.
Pada bulan September, The Fed memulai siklus pelonggaran kebijakan, namun besaran penurunan suku bunga adalah 50 bp. Para pelaku pasar juga akan memperhatikan dampak kemenangan Trump terhadap prospek inflasi dan jalur suku bunga.
Baca Juga
Laba Bersih Venteny (VTNY) Melorot, Meski Pendapatan Naik 86%
Riset ICDX menunjukkan saat ini harga emas menurun dengan support beralih ke area US$ 2.630 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.754. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.640, sedangkan resistance terjauhnya berada di area US$ 2.790 - US$ 2.845.

