IHSG Terjerembab 140 Poin, Sedangkan Koreksi 5 Hari Capai 4,36%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/11/2024), terjun bebas sebanyak 140 poin (1,90%) menjadi 7.243,86. Pergerakan indeks dalam rentang 7.243-7.386 dengan nilai transaksi Rp 12,20 triliun. Sedangkan dalam lima hari terakhir, IHSG telah anjlok sebanyak 4,36%.
Koreksi tajam IHSG dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,47%, sektor teknologi 2,33%, sektor keuangan 0,97%, sektor energi 0,91%, sektor industry 0,94%, sektor consumer non primer 0,80%, dan sektor kesehatan 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer 0,07% dan sektor property 0,33%.
Baca Juga
Fokus Infrastruktur Energi Masa Depan, Ini Sederet Proyek Strategis PGN
Meski IHSG anjlok parah, dua saham ini masih berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik 24,79% menjadi Rp 292 dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,57% menjadi Rp 436.
Lompatan harga juga melanda saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebanyak 23,03% menjadi Rp 2.110, Kenaikan juga meladan saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) sebanyak 13,73% menjadi Rp 232, PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) naik 13,10% menjadi Rp 95, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 12,50% menjadi Rp 432.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU).
Kemarin, IHSG BEI ditutup terjerembab sebanyak sebanyak 108,06 poin (1,44%) menjadi 7.383. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 1,14 triliun, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 582,90 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 480,47 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 131,54 miliar.
Baca Juga
Pendapatan XL Axiata (EXCL) Tumbuh 6%, Ini Penyumbang Utamanya
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi sebanyak 2,97%, sektor property 2%, sektor keuangan 1,77%, sektor infrastruktur 1,12%, sektor energi 1,24%, dan sektor consumer non primer 0,99%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,38% dan sektor 0,18%.
Meski IHSG ditutup di zona merah, beberapa saham berhasil catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 25% menjadi Rp 350, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) menguat 24,86% menjadi Rp 452, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,85% menjadi Rp 2.110, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat 24,76% menjadi Rp 1.915.
Grafik IHSG 5 Hari

