IHSG Catat Rekor Penutupan Tertinggi Baru 7.436, Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat 1,08% ke level 7.436,04 pada penutupan perdagangan Rabu, (14/8/2024).
Posisi tersebut merupakan level penutupan tertinggi IHSG. Sementara all time high (ATH) IHSG pada level 7.454,448. Rekor tertinggi IHSG tersebut terbentuk di intraday pada perdagangan tanggal 14 Maret 2024.
Lompatan IHSG yang terjadi beberapa hari terakhir disinyalir sebagai bentuk apresiasi pasar atas potensi penurunan suku bunga The Fed.
“JCI rally again, menyusul pasar yang mengapresiasi fakta bahwa The Fed berpotensi menerapkan kebijakan pivot terhadap kebijakan moneter yang ekspansif sebelumnya,” jelas Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta, Rabu (14/8/2024).
Baca Juga
IHSG Bisa Tembus 8.000 Tahun 2024, Bos BRIDS Sarankan Pantau Sektor Ini
Dalam kondisi pasar yang tengah mengapresiasi kemungkinan penurunan suku bunga acuan The Fed (Fed Fund Rate/FFR), Amerika sendiri sedang mengalami kenaikan indeks harga produsen (producer price index/PPI) di bawah ekspektasi. Hal ini turut memperkuat sinyal meredanya inflasi AS.
“Jadi ini bagus untuk The Fed mulai memperhitungkan penurunan suku bunga,” imbuh Nafan.
Sedangkan sentimen dari dalam negeri, sambung Nafan, saat ini pasar tengah menunggu rilis data neraca perdagangan Indonesia yang diyakini kembali surplus untuk bulan ke-51 secara berturut-turut.
“Ini membawa optimisme pasar bahwa meski ketidakpastian global masih ada dan ekonomi global masih melambat namun saya percaya bahwa ekspor Indonesia akan melanjutkan tren pertumbuhan. Ini di luar meningkatnya juga jumlah impor,” jelasnya.
Dia menegaskan, meningkatnya impor Indonesia justru menunjukkan bahwa kita memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat. Di saat yang bersamaan, total nilai ekspor Indonesia dipercaya masih lebih besar dari impor sehingga tetap mencatatkan keuntungan melalui surplus neraca dagang.
Baca Juga
Siap-Siap, Perangkat Router WiFi Bakal Kena Aturan Minimum TKDN
Dilihat dari pergerakan indeks sektoral, penguatan IHSG hari ini antara lain disumbang penguatan sektor saham konsumer primer yang melesat 2,42%, disusul sektor infrastruktur naik 1,51%.
Rekor indeks hari ini juga didukung kebangkitan saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu yang notabene penyumbang kapitalisasi pasar (market cap) besar, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menguat 4,76% menjadi Rp 8.800.
Kemudian ada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang naik 1,19% ke rekor penutupan tertinggi baru Rp 10.625, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 7,14% menjadi Rp 1.125, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 1,85% menjadi Rp 8.250, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 1,16% menjadi Rp 8.700. (CR-10)

