Indofood (INDF) Kantongi Peringkat idAA+ dengan Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga peringkat efek, Pefindo mempertahankan peringkat PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada level idAA+ dengan prospek stabil. Peringkat ini berlaku sejak 28 Mei 2024 hingga 1 Mei 2025.
Analis Pefindo Aishantya dan Martin Pandingan mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang superior di industri makanan dalam kemasan, portofolio usaha yang terdiversifikasi dengan baik, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal, dan perlindungan arus kas yang kuat.
‘’Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh persaingan yang ketat di industri,’’ tulis Analis Pefindo dikutip, Kamis (6/6/2024).
Baca Juga
Saham Indofood (INDF) Jadi Pilihan Teratas, Berikut Faktor Penopangnya
Lebih lanjut kata dia, peringkat dapat dinaikkan jika Perusahaan secara konsisten meningkatkan profil keuangan, yang dicerminkan dengan rasio dana dari operasi (FFO) terhadap utang lebih dari 45% secara berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan posisi bisnis yang superior di pasar Indonesia maupun luar Indonesia.
Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan secara agresif mendanai ekspansi dengan utang yang lebih besar dibandingkan proyeksi, tanpa disertai dengan kinerja bisnis yang lebih kuat.
Sebagai catatan, obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya.
Baca Juga
Sementara tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.
INDF memiliki empat bidang usaha strategis: produk konsumen bermerek (CBP) – mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, dan minuman; Bogasari (tepung); agribisnis (perkebunan, minyak dan lemak nabati); dan distribusi.
First Pacific Investment Management Limited merupakan pemegang saham utama INDF dengan kepemilikan saham sebesar 50,07% per 31 Maret 2024.

