Bitcoin Lagi-lagi Pecahkan Rekor Baru di US$ 76.000, Reli Kripto Dimulai?
JAKARTA, investortrust.id – Hasil perhitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat yang mengindikasikan kemenangan Donald Trump mendorong Bitcoin (BTC) menyentuh level harga tertinggi barunya, pada Rabu (6/11/2024). Melansir CoinMarketCap, Bitcoin melesat hampir 10% dalam 24 jam terakhir dan menyentuh all time high (ATH) di level US$ 75.300.
Aset kripto bahkan terus menanjak setelah Donald Trump memenangkan kursi kepresidenan AS, dengan BTC menembus US$ 76.000 tepatnya US$ 76.197 untuk pertama kalinya di tengah optimisme bahwa pemilihan umum akan membawa lingkungan yang jauh lebih bersahabat bagi aset digital di ekonomi terbesar di dunia.
Bitcoin (BTC) mencapai rekor tertinggi baru di US$ 76.330 selama hari di AS dan naik 9,5% selama 24 jam terakhir. Ether (ETH) Ethereum melonjak hingga hampir mencapai level US$ 2.700, naik 11% selama periode yang sama. Indeks CoinDesk 20 pasar luas naik 10,7%, dipimpin oleh kenaikan bursa terdesentralisasi Uniswap (UNI), blockchain lapis-1 Solana (SOL) dan platform rendering GPU terdesentralisasi Render (RNDR).
Mengutip Coindesk, Kamis (7/11/2024) reli kripto yang dahsyat memicu likuidasi posisi perdagangan derivatif dengan leverage senilai US$ 592 juta di seluruh aset kripto sepanjang hari, menurut data CoinGlass. Mayoritas, sekitar US$ 390 juta dari likuidasi tersebut adalah short leverage yang bertaruh pada harga yang lebih rendah, sehingga menjadi short squeeze terbesar setidaknya dalam enam bulan terakhir.
Aksi tersebut terjadi di tengah hari yang penuh risiko dengan Nasdaq dan S&P 500 naik masing-masing 3% dan 2,5%, menyusul kemenangan telak Trump dalam pemilihan umum AS. Para petaruh di situs prediksi berbasis blockchain Polymarket memproyeksikan bahwa Partai Republik siap untuk menguasai kedua majelis Kongres, sebuah hasil yang menurut para pengamat bahkan lebih menguntungkan bagi industri kripto.
"Sulit untuk membayangkan bagaimana hasil pemilu bisa lebih baik bagi industri ini, dan harapan akan perbaikan regulasi utama kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan dan kuartal mendatang," kata David Lawant, kepala penelitian di pialang utama kripto FalconX, dalam sebuah laporan pada hari Rabu.
"Kejelasan seperti itu dapat membuka ruang bagi produk ETF kripto tambahan, yang mencakup aset kripto utama dan berpotensi juga indeks kripto yang lebih luas, dan memberi pengusaha dan investor lebih banyak kenyamanan dalam peluncuran token AS," ujarnya.
Namun, Lawant memperingatkan risiko jangka pendek untuk sementara waktu, yang mungkin termasuk "tindakan penegakan hukum pada menit-menit terakhir oleh pejabat yang akan mengundurkan diri".
Secara terpisah, Fahmi Almuttaqin, Kripto Analyst Reku mengatakan sentimen positif yang berkembang di pasar kripto saat ini sejalan dengan tren bullish yang telah terlihat sebelumnya. Momentum ini juga bisa menjadi awal dari dimulainya reli utama pada fase bullish kali ini dan berpotensi membawa kenaikan harga yang lebih signifikan bagi Bitcoin dan aset-aset kripto potensial lainnya.
“Kami melihat tren positif ini dapat semakin berkembang untuk mendorong harga aset-aset kripto di pasar, khususnya Bitcoin. Meskipun beberapa data menunjukkan telah banyak investor yang mengakumulasi Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan kekhawatiran dari beberapa analis bahwa Bitcoin mungkin akan sulit untuk melanjutkan kenaikan, potensi kenaikan lanjutan justru masih terbuka lebar. Meningkatnya tren akumulasi Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir mengindikasikan meningkatnya jumlah investor baru yang dapat mengurangi potensi tekanan jual Bitcoin di pasar. Selain itu, potensi kembali diturunkannya suku bunga The Fed juga dapat memicu meningkatnya aliran dana masuk baru di pasar kripto, melanjutkan tren yang sudah ada saat ini,” ujar Fahmi dalam risetnya dikutip Kamis (7/11/2024).
Meningkatnya sentimen positif pada Bitcoin juga berpotensi menciptakan efek domino bagi berbagai aset kripto potensial lainnya. “Ethereum misalnya, yang relatif minim naratif dalam beberapa bulan terakhir, mulai kembali diperhatikan oleh investor dengan 21Shares yang menyatakan optimismenya dengan mengibaratkan Ethereum seperti Amazon di tahun 1990 ketika mayoritas investor belum terlalu memahami nilai dan potensi dari inovasi yang dikembangkan,” imbuhnya.
Baca Juga
Intip! Rangkuman Harga Kripto di Tengah Penghitungan Suara Pilpres AS
Saham AS turut Berpotensi Bullish
Sentimen bullish juga berpotensi berkembang di pasar saham AS. Saham Tesla di Frankfurt telah melonjak lebih dari 14% karena pemegang saham terbesar, Elon Musk, yang menyuarakan dukungan untuk kampanye Trump. Selain itu agenda Donald Trump terkait tarif perdagangan yang agresif atas impor, terutama dari China serta agenda pemotongan pajak yang pro-bisnis, turut menjadi katalis pendukung terhadap sentimen positif bagi saham Tesla dan saham-saham perusahaan AS secara umum.
“Sentimen keseluruhan Wall Street mencerminkan optimisme bahwa pasar saham AS akan menguat menjelang akhir tahun yang turut didukung oleh kebijakan pelonggaran ekonomi The Fed yang akomodatif dan kondisi fundamental ekonomi AS yang kuat. Perkembangan ini semakin memposisikan aset kripto dan saham AS sebagai instrumen aset global yang menarik di tengah situasi yang mungkin akan berkembang ke depan dengan kemenangan Donald Trump,” ungkap Fahmi.
Baca Juga
Situasi ini tentu dapat dikatakan merupakan salah satu situasi pasar yang paling kondusif dalam sebuah siklus. “Investor dapat memanfaatkan momentum dengan mulai menempatkan aset kripto dan saham AS pada portofolio investasinya untuk menangkap peluang pertumbuhan yang ada. Meskipun dinamika masih sangat mungkin terjadi kedepannya yang dapat memberikan tekanan baik bagi aset kripto maupun saham AS, rasio risk/reward yang ada saat ini menurut analisis kami masih sangat menguntungkan investor. Meskipun demikian, masih diperlukan pemantauan lebih lanjut untuk mengantisipasi potensi kenaikan atau penurunan
aset kripto maupun saham tertentu, karena meskipun pasar secara umum berada pada kondisi bullish, bukan berarti seluruh aset akan terapresiasi,” kata Fahmi.
Oleh sebab itu, tetap penting bagi investor untuk melakukan riset dan analisis yang baik guna memilih aset dengan potensi pertumbuhan dan tingkat risiko yang sesuai dengan profil investasi masing-masing.

