Harga Emas Naik Jelang Hari Pemilihan Presiden AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas meningkat ke zona US$ 2.736 per troy ons pada Selasa (5/11/2024). Kenaikan ini karena ketidakpastian Pemilu AS yang membayangi dan pasar memperkirakan kemungkinan hasil pemilu yang kontroversial dan ketegangan politik. Sementara investor juga terus memantau pertemuan kebijakan Federal Reserve akhir pekan ini.
Berdasarkan riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), kebijakan ekonomi Trump yang cenderung proteksionis, seperti tarif dan pembatasan imigrasi, diperkirakan dapat mendorong inflasi.
“Di sisi lain, terdapat potensi kebijakan pajak yang lebih tinggi dan regulasi ekonomi yang lebih ketat di bawah Harris,” tulis riset tersebut, Selasa (5/11/2024).
Hasil pemilu AS mendatang akan memainkan peran penting dalam pergerakan harga, terutama jika terjadi peralihan kebijakan fiskal dan moneter yang signifikan. Para pelaku pasar terus mencermati perkembangan ini, terutama peluang adanya perubahan suku bunga oleh Federal Reserve.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Stagnan, Dibanderol Rp 1.539.000 per Gram
Dalam pandangan riset ICDX mengatakan, penurunan dolar pada pagi ini juga berimbas pada kenaikan harga emas, yang dianggap sebagai aset aman di tengah ketidakpastian pasar.
Harga emas menguat seiring kekhawatiran pelaku pasar menjelang pemilu AS serta menjelang pengumuman kebijakan terbaru Federal Reserve. Dolar AS yang melemah membuat emas, yang dihargai dalam dolar, menjadi lebih menarik bagi pembeli global, sehingga mendorong kenaikan permintaan dan harga emas di pasar dunia.
Baca Juga
Inilah Penyumbang Inflasi Oktober, Emas Perhiasan, Daging Ayam Ras, dan Bawang Merah
“Saat ini harga emas meningkat dengan support beralih ke area US$ 2.710 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.754. Support terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.640, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.790 - US$ 2.845,” ulas riset tersebut.

