Inilah Penyumbang Inflasi Oktober, Emas Perhiasan, Daging Ayam Ras, dan Bawang Merah
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi pada Oktober 2024 sebesar 0,08% secara bulanan, sementara inflasi tahun kalender 0,82% year to date (ytd) dan 1,71% secara tahunan. Inflasi secara bulanan didorong komoditas antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, dan bawang merah.
"Terdapat sembilan komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi secara bulanan, yakni emas perhiasan, daging ayam ras, bawang merah, tomat, nasi dengan lauk, kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), dan telur ayam ras. Tujuh dari sembilan komoditas tersebut termasuk ke dalam golongan kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantor BPS Pusat, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga
Amalia mengatakan, setelah mengalami deflasi sejak Mei 2024, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi pada Oktober 2024 dan memberikan andil inflasi 0,03%. Dia menyebut pola yang sama juga ditunjukkan komoditas pada kelompok ini, yaitu bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras mengalami inflasi, setelah sebelumnya menyumbang deflasi.
Amalia memberikan catatan khusus terhadap komoditas emas perhiasan, yang masuk ke dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,94% dengan andil inflasi 0,06%.
Baca Juga
Wow, 15 Investor Tekstil Asing akan Relokasi dari Cina ke Indonesia
Kenaikan harga emas di pasar internasional, jelas Amalia, menjadi penyebab utama kenaikan harga emas di pasar domestik. Dengan kenaikan ini, emas perhiasan turut menyumbang inflasi sebesar 0,06% pada Oktober 2024.
Harga Emas Terus Naik 14 Bulan
BPS menyusuri, komoditas emas perhiasan mengalami deflasi lima kali pada 2022 dan deflasi sebanyak tiga kali pada 2023. Tetapi, setelah periode tersebut, harga emas mengalami kenaikan harga selama 14 bulan terakhir.
“Tetapi sejak September 2023, komoditas emas perhiasan terus mengalami inflasi hingga Oktober 2024,” ujar dia.
Kelompok Transportasi Peredam Inflasi
Sementara itu, pada Oktober 2024, kelompok transportasi menjadi peredam inflasi. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,52% dengan andil deflasi sebesar 0,06%. Komoditas utama yang menjadi penyumbang utama deflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara, dengan andil deflasi masing-masing 0,06% dan 0,01%.
“Untuk komoditas bensin deflasi sudah terjadi dua bulan berturut-turut. Ini karena seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan oleh Pertamina dan sejalan dengan tren penurunan harga minyak global,” kata dia.

