Terbuka Peluang Koreksi IHSG, tapi Saham ARTO dan VKTR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/9/2024), berpotensi koreksi dalam jangka pendek dengan support sementara 7.666. Meski begitu trend bullish masih berlanjut.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa belum ada perubahan signifikan terhadap pola pergdrakan IHSG. Tren bullish masih berlanjut dengan potensi menuju area 8.000 setelah koreksi selesai.
Baca Juga
Wall Street ‘Mixed’, Dow dan S&P 500 Melemah Setelah Capai Rekor Tertinggi
Meski terbuka peluang koreksi dalam jangka pendek, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ARTO dengan target harga Rp 3.080-3.260 dan VKTR dengan target harga Rp 141-152. Sebaliknya saham ITMG dan UNVR direkomendasikan jual.
Pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi gerak bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones turun tipis. Sebaliknya indeks S&P500 dan Nasdaq menunjukkan penguatan masing-masing 0,026% dan 0,20%.
IHSG BEI kemarin ditutup melesat sebanyak 19,65 poin (0,25%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) menjadi 7.831,78. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 678,82 miliar di seluruh pasar.
Baca Juga
Penguatan tersebut didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,79%, sektor consumer primer 1,63%, sektor kesehatan 1,15%, sektor keuangan 0,81%, dan sektor transportasi 1,04%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor infrastruktur dan sektor property.
Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham ini langsung melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menguat esbanyak 34,78% menjadi Rp 186 dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik 34,23% menjadi Rp 200.
ARA juga mencatatkan saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) menguat 25% menjadi Rp 725 dan saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 24,47% menjadi Rp 2.060.
Grafik IHSG

