Manajemen Bantah Penguatan Saham Bumi Minerals (BRMS) demi Kejar Indeks MSCI
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Agoes Projosasmito mengungkapkan bahwa tidak ada upaya manajemen untuk mendongkrak harga saham BRMS demi tujuan bisa masuk Indeks MSCI.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BRMS telah melesat sebanyak 85,64% dalam sebulan terakhir. Sedangkan dalam tiga bulan terakhir, kenaikan telah mencapai 129,11%. Sebaliknya hari ini, saham BRMS ditutup melemah Rp 20 (5,24%) menjadi Rp 362.
Baca Juga
IHSG Ditutup Terjerembab 71 Poin, Sebaliknya 3 Saham Ini ARA
Pihaknya mengungkapkan bahwa penguatan harga saham BRMS ini sejalan dengan tren penguatan harga emas dalam beberapa pekan terakhir ke level tertinggi baru. Sentimen kenaikan harga komoditas tersebut juga telah mengerek saham-saham produsen emas lainnya dalam beberapa pekan terakhir, seperti saham ANTM, ARCI, MDKA, hingga PSAB.
BRMS merupakan perusahaan tambang emas yang dikendalikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan kepemilikan 5,34% saham. Sisanya dikuasai 1st Financial Company, Emirates Tarian Global, Sugiman Halim, dan sisanya masyarakat mencapai 52,16% saham.
Baca Juga
Harga Emas Naik Lagi Seiring Berlanjutnya Konflik Timur Tengah dan Ketidakpastian Pemilu AS
Hingga semester I-2024, BRMS membukukan lompatan pendapatan dari US$ 15,83 juta menjadi US$ 61,26 juta. Laba usaha juga melesat dari US$ 5,01 juta menjadi US$ 16,21 juta.
Pertumbuhan tersebut berimbas terhadap kenaikan pesat laba bersih periode berjalan perseroan dari US$ 5,63 juta menjadi US$ 9,43 juta sampai Juni 2024. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat dari US$ 5,56 juta menjadi US$ 8,95 juta.
Grafik Saham BRMS

