AMII Sebut Kinerja Reksa Dana Saham Kalah dari Deposito, Ternyata Ini Sebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) mengakui performa kinerja yang kurang baik, bahkan lebih rendah dibanding reksa dana jenis lain, baik pendapatan tetap hingga pasar uang dalam 10 tahun terakhir.
“Bahkan dalam 2015 sampai 2020 return reksa dana saham itu di bawah deposito,” kata Wakil Ketua II Bidang Investasi dan Pengelolaan Portofolio Asosiasi Manajer Investasi Indonesia, Genta Wira Anjalu dalam acara Investment Manager Awards 2024 yang diselenggerakan Investortrust di Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga
Kisi Asset Management Raih Penghargaan IMA 2024, Ini Harapannya
Sebelumnya, Genta mengatakan di tahun 2010-2015 reksa dana saham sempat menjadi primadona dari seluruh kelas-kelas aset. Menurutnya, hal itu dipicu karena terjadi Kebijakan Pelonggaran Kuantitatif (QE) dari Amerika Serikat.
“Di mana foreign investor itu serta merta cukup banyak masuk ke saham kita, setelah quantitative tightening (QT) terjadi di 2015, perlahan-lahan foreign investor mulai keluar. Dan dari return saham pun juga mulai mengalami penurunan,” jelasnya.
Genta mengatakan bahwa saat ini bahkan porsi foreign investor di saham ini tidak mendominasi seperti sebelumnya. Hal itulah yang menyebabkan pemicu dari reksa dana saham itu menurun.
Baca Juga
SAM Ungkap Kunci Sukses Boyong Penghargaan Khusus di IMA 2024
“Yang kedua mungkin dari beberapa insuransi besar seperti BP Jamsostek dan beberapa asuransi besar lainnya itu sudah mulai mengurangi porsi sahamnya. Sehingga penggerak dari saham saat ini mungkin lebih banyak retail investor dan beberapa institutional,” pungkasnya.

