Meski Harga Tembaga Turun, Saham Merdeka Copper (MDKA) Diprediksi Tetap Prospektif, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – Harga tembaga menunjukkan penurunan sekitar 1,7% ke US$ 9.452 per ton pada pekan ketiga bulan Oktober 2024. Penurunan dipicu atas perkiraan perlambatan ekonomi global yang berimbas terhadap permintaan komoditas tersebut.
Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa penurunan harga ini dipengaruhi oleh sejumlah pemasok tembaga yang mulai menjual stok di harga lebih rendah, karena ada perkiraan pasokan tembaga akan meningkat pada akhir bulan ini.
Baca Juga
Merdeka Copper Gold (MDKA) Kantongi Peringkat idA+ dengan Prospek Stabil
“Harga tembaga sudah turun selama tiga minggu berturut-turut, terutama saat pemerintah China belum memberikan stimulus yang memadai untuk mendukung sektor property yang merupakan konsumen terbesar tembaga. Didukung ekspektasi bahwa impor tembaga olahan China bisa turun ke 3,5 juta ton pada 2024 atau sekitar 10.000 ton lebih rendah dibanding tahun lalu juga memicu penurunan harga komoditas tersebut,” tulis tim riset Samuel Sekuritas dalam risetnya yang dikutip Selasa (22/10/2024).
Penurunan harga juga dipengaruhi sisi pasokan, perusahaan tambang asal Australia, BHP Group, melaporkan peningkatan produksi tembaga sebesar 4%, yang semakin menambah volume pasokan.
Walaupun terdapat sejumlah tantangan di atas, Samuel Sekuritas tetap memproyeksikan harga tembaga rata-rata tahun ini diprediksi berkisar US$ 9.200 per ton. Menurut catatan, hingga Senin (21/10/2024), harga tembaga telah mencapai sekitar US$ 9.164 per ton.
Baca Juga
Emiten Afiliasi Sandiaga Uno (MDKA) Bayar Lunas Obligasi Rp 1,10 Triliun, Cek Sumber Dananya
Meski harga komoditas tembaga menghadapi sejumlah tantangan dari perlambatan ekonomi global dan sektor industri China, Samuel Sekuritas masih yakin dengan prospek positif sahm PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi buy saham MDKA dengan target harga Rp 3.000 “MDKA diperkirakan dapat mencapai profit tahun 2024, terutama setelah proyek smelter Weda Bay selesai di kuartal terakhir tahun ini,” pungkasnya.
Grafik Saham MDKA

