Merdeka Copper Gold (MDKA) Kantongi Peringkat idA+ dengan Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga peringkat efek, Pefindo menegaskan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Peringkat tersebut juga berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan III dan Obligasi Berkelanjutan IV yang diterbitkan MDKA senilai Rp 800,98 miliar, yang akan jatuh tempo pada 22 Desember 2024.
Peringkat terbaru korporasi bagi MDKA ini berlaku untuk periode 7 Oktober 2024 hingga 1 Oktober 2025. Sedangkan peringkat surat utang berlaku hingga 22 Desember 2024.
Sebagai catatan, MDKA berencana melunasi Obligasi Berkelanjutan III dan IV, dengan kombinasi dana internal dan pinjaman dari pihak ketiga. Per 30 Juni 2024, MDKA memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 100 juta (tidak termasuk kas yang dimiliki oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk).
Analis Pefindo Kresna Wiryawan dan Faizun Muhtadi menjelaskan, efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat.
Baca Juga
Tawarkan Bunga 7%, Cikarang Listrindo (POWR) Terbitkan Surat Utang US$ 500 Juta di Singapura
Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi. ‘’Sementara tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan,’’ urainya dalam Laporan Peringkat MDKA yang dikutip, Kamis (10/10/2024).
Peringkat mencerminkan kegiatan usaha MDKA yang terintegrasi vertikal, bisnis yang terdiversifikasi dengan baik, serta cadangan dan sumber daya tambang yang memadai. Peringkat dibatasi oleh kebijakan keuangan dan struktur permodalan yang moderat serta eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas.
Peringkat dapat dinaikkan jika MDKA berhasil mengoperasikan proyek-proyek baru yang dimiliki serta menghasilkan pendapatan atau EBITDA yang lebih besar dibandingkan yang diproyeksikan yang akan berdampak positif bagi kondisi keuangan dan dapat lebih lanjut meningkatkan profil keuangan Perusahaan.
Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan apabila MDKA menghasilkan pendapatan atau marjin keuntungan yang lebih rendah dari yang diproyeksikan yang diakibatkan oleh proyek-proyek baru yang beroperasi dengan tidak maksimal dan secara agresif meningkatkan utang untuk membiayai belanja modal tanpa diiringi dengan meningkatnya pendapatan atau EBITDA yang dapat berdampak pada semakin agresifnya rasio struktur permodalan Perusahaan.
‘’Penurunan yang signifikan dari harga komoditas, terutama nikel, emas, dan tembaga juga dapat memicu penurunan peringkat, dikarenakan kondisi ini dapat memperburuk profil keuangan Perusahaan dan dapat meningkatkan ketergantungan Perusahaan pada fleksibilitas keuangannya untuk membiayai kembali utangnya,’’ pungkas Kresna dan Faizun.
Baca Juga
Pendapatan Merdeka Copper (MDKA) Melesat 110%, tapi masih Catat Rugi Atribusi
MDKA bergerak dalam kegiatan pertambangan dan hilirisasi produk nikel. Perusahaan memiliki beberapa proyek, yang berlokasi di Tujuh Bukit di Banyuwangi dan Pani di Gorontalo untuk pertambangan emas, Pulau Wetar, Maluku untuk pertambangan tembaga, Konawe di Sulawesi Tenggara untuk pertambangan nikel, dan proyek Acid Iron Metal (AIM), smelter rotary kiln electric furnace (RKEF), dan smelter nickel matte di Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.
Per 31 Juli 2024, pemegang saham Perusahaan adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (18,847%), PT Mitra Daya Mustika (11,880%), Garibaldi Thohir (7,556%), PT Suwarna Arta Mandiri (5,505%), dan lainnya, termasuk publik dan saham treasuri MDKA (56,212%).

