Investasi Awal US$ 1 Miliar, Merdeka Copper (MDKA) Targetkan Tambang Tembaga Tumpang Pitu Beroperasi mulai 2029
BANYUWANGI, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) memperkirakan kebutuhan awal investasi senilai US$ 1 miliar untuk pengoperasian awal tambang tembaga di Tujuh Bukit atau Tumpang Pitu. Tambang tersebut ditargetkan mulai beroperasi tahun 2029 atau setelah pengoperasian tambang emas Tujuh Bukit berakhir.
Demikian disampaikan General Manager Operation dan Kepala Teknik Tambang PT BSI, Roelly Franz saat media mine tour di Tambang Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (25/10/2024).
Baca Juga
Meski Harga Tembaga Turun, Saham Merdeka Copper (MDKA) Diprediksi Tetap Prospektif, Ini Alasannya
“Kebutuhan investasi tambang tembaga ini sangat besar. Untuk studinya saja kita sudah gelontorkan sekitar US$ 200 juta. Sedangkan kebutuhan dana untuk pengoperasian tambang itu masih dihitung, tapi (perkiraan investasinya) sudah ke luar angka minimal untuk tahun pertama sekitar US$ 1 miliar,'' ungkapnya.
Tambang tembaga Tujuh Bukit merupakan salah satu proyek tembaga terbesar di dunia yang masih dalam fase praproduksi. MDKA bertindak sebagai pemegang 100% saham dalam proyek ini. Tambang tembaga bawah tanah (undergroud) ini terletak di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit.
"Operasional tambang emas Tujuh Bukit diperkirakan baru berakhir tahun 2029 dan kemudian baru dilanjutkan ke pengoperasian tambang Tembaga Tujuh Bintang yang berada di bawah tanah (underground),'' ujar Roelly.
Baca Juga
Lestarikan Lingkungan, Merdeka Copper Gold (MDKA) Gandeng GWD Tanam 3.500 Terumbu Karang
Berdasarkan hasil pra-studi kelayakan atau pre-feasibility study, lanjut Roelly, proyek Tembaga Tujuh Bukit berpotensi untuk memproduksi hingga 24 juta ton bijih per tahun bila sudah beroperasi penuh.
''Pada puncak produksinya, Tembaga Tujuh Bukit akan memproses 24 juta ton bijih per tahun untuk menghasilkan lebih dari 110.000 ton tembaga dan 350.000 ounces emas per tahun selama lebih dari 30 tahun,'' terangnya.
Dia menambahkan, berdasarkan Mineral Resources Estimate (MRE) per Maret 2024, ada indikasi peningkatan jumlah sumber daya mineral Tembaga Tujuh Bukit. Total kandungan sumber daya mineral proyek ini meningkat dari 1.706 menjadi 1.738 juta ton dan peningkatan pada sumber daya mineral terindikasi dari 442 menjadi 755 juta ton.
''Terjadi peningkatan dari yang semula mengandung 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ounces emas menjadi 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ounces emas,'' jelasnya.
Baca Juga
Merdeka Copper Gold (MDKA) Kantongi Peringkat idA+ dengan Prospek Stabil
Berdasarkan catatan investortrust.id, emiten pertambangan emas dan tembaga yang dikendalikan pengusaha Boy Thohir dan Sandiaga Uno ini menargetkan proyek Tembaga Tujuh Bukit dapat mulai beroperasi pada 2026 atau 2027.
Chief External Affairs MDKA Boyke Poerbaya Abidin mengatakan, sudah dilakukan drilling tambang bawah tanah. Sedangkan tahap konstruksi segera dilakukan, sehingga dalam tiga hingga empat tahun ke depan sudah bisa berproduksi.
''Studi kelayakan Pemerintah Indonesia untuk proyek telah selesai dan disetujui pada pertengahan 2022. Kami menargetkan proses perizinan lingkungan dapat selesai pada 2023 dan pembangunan dapat di mulai pada awal 2024,'' papar Boyke beberapa waktu lalu.
Grafik Saham MDKA

