Hery Gunadi Optimistis Market Cap BSI (BRIS) bisa Lompat Peringkat Lima di BEI
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Hery Gunardi mengatakan kapitalisasi pasar (market cap) PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) bisa menempatkan posisi lima teratas di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebut dikatakan Hery dalam acara Communication Summit 2024 di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, pada akhir pekan lalu.
Baca Juga
Peningkatan kapitalisasi pasar akan dilakukan dengan memperbesar rasio free float BRIS yang diiikuti dengna peningkatan harga saham BRIS. Ketika free float dapat mencapai 20-25% pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran, diharapkan kapitalisasi pasar emiten ini meningkat.
“Kita punya kesempatan untuk divestasi. Jadi kalau free float bisa dinaikkan dari 10% ke 20% atau 25%, harga sahamnya juga naik, mungkin BRIS akan masuk ke lima besar market cap,” ujar Hery.
Saat market cap BRIS menempati posisi lima teratas, harga saham BRIS dapat mencapai Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per saham. Angka ini naik dua kali lipat dari harga saham BRIS yang berada di Rp 3.100 per saham per 21 Oktober 2024.
Baca Juga
Saham BSI (BRIS) Melesat hingga Lewati Target Harga Sejumlah Sekuritas, Bakal Cetak Rekor Baru?
"Kalau kita punya pricing saham Rp 6.000 per lembar ya dua kali lebih, (angka) itu lompat ke 5 besar market cap,” terang Hery.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga 18 Oktober 2024, market cap di posisi pertama ditempatkan oleh PT Bank Central Asia (BBCA) dengan market cap Rp 1.309 triliun, dilanjut PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan Rp 960 triliun.
Sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 766 triliun, kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 747 triliun, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 711 triliun.
Grafik Saham BRIS

