Hery Gunardi: BSI (BRIS) Menuju Market Cap Rp 200 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Tidak sulit bagi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk meraih market cap di atas Rp 200 triliun. Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/07/2024), market cap perusahaan berkode saham BRIS itu sebesar Rp 118,8 triliun. Di hari itu, harga saham BSI melesat 4,49% ke level Rp 2.560.
Jika jumlah free float atau saham publik dinaikkan tiga kali lipat lewat unlock value saham, market cap BRIS akan naik lebih dari dua kali dan masuk top ten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Itulah solusi mudah untuk mendongkrak valuasi bank syariah terbesar di Indonesia itu.
Disebut solusi mudah karena solusi itu hanya membutuhkan kemauan para pemegang saham mayoritas. Kementerian BUMN sudah memberikan arahan agar dua bank BUMN melepaskan sahamnya. Namun, dalam pelaksanaan, tidak mudah bagi pemegang saham untuk melepas saham BSI. Salah satu pertimbangan adalah kinerja fundamental BSI yang terus membaik dan mencetak profit. Hitung-hitung, lumayan juga dividennya.
Baca Juga
Dengan free float yang hanya 9,91%, saham PT BSI Tbk (BRIS) di BEI tergolong saham kurang likuid dan karena itu pula, harganya sulit bergerak naik. Banyak investor, khususnya institusi keuangan besar, dalam dan luar negeri, yang mengincar saham BSI. Tapi, investor publik yang sudah memiliki saham BSI tidak mau melepaskannya. Mereka lebih memilih “hold” daripada menjual untuk mendapatkan capital gain.
Mayoritas saham PT BSI Tbk masih dikuasai pemegang saham lama, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 51,47% dan sekaligus menjadi pengendali, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 23,24%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 15,38%. Mandiri tidak diarahkan Kementerian BUMN untuk divestasi, melainkan tetap menjadi pemegang saham pengendali. BRI diharapkan melepaskan semua saham BSI, sedang BNI diimbau melepaskan 4,71% sahamnya.
Dengan melepaskan 4,71%, kepemilikan saham BNI di BSI turun ke 18,53%. Namun, dampak bagi BSI sangat besar. Setelah BRI dan BNI melakukan divestasi, saham publik BSI meningkat dari 9,91% ke 30%, suatu jumlah yang cukup signifikan untuk membuat saham bank syariah ini masuk MSCI Index, likuid, dan valuasinya melonjak hingga menembus Rp 200 triliun dalam waktu setahun ke depan.
“Hingga saat ini tidak ada isu soal kinerja. Semuanya bagus. Yang jadi isu adalah saham publik yang terlalu kecil itu, yang hanya 9,91%, dan solusinya adalah unlock value, ” kata Dirut PT BSI Tbk Hery Gunardi dalam bincang santai dengan Investortrust.id di kantornya yang asrı, Lantai 7 The Tower, Jl Gatot Subroto No 27, Jakarta, Rabu (17/07/2024). Tidak lama lagi, kantor pusat BSI dipindahkan ke gedung milik sendiri, BSI Tower, Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta Pusat.
Impresi artis dari BSI Tower, gedung kebanggan milik BSI sendiri yang mengusung konsep green building dan akan menjadi pusat kegiatan Bank Syariah Indonesia sehingga diharapkan akan meningkatkan produktivitas BSI. Foto: Dok. BSI
Mulai dibangun September 2023, pembangunan BSI Tower BSI yang menelan biaya Rp 1,1 triliun direncanakan rampung tahun Mei 2025. Sebelumnya, gedung yang terletak di Ring 1 Indonesia ini bernama Wisma Antara. Dibeli dengan harga Rp 755 miliar, gedung yang tengah dibangun kembali ini akan menjadi Financial Center yang ikonik.
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kanan) bersama Dirut BSI Hery Gunardi (kiri) dan Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kanna) meninjau maket BSI Tower setelah acara ground breaking BSI Tower, di Jakarta, Kamis (9/11/2023). Foto: Dok. BSI.
BSI Tower akan berada di deretan gedung perkantoran elite. Di sana ada ikon DKI Jakarta, yakni Monas dan Istana Negara yang terletak di utara. Kantor kementerian berjejer sisi utara, timur, selatan, dan barat Monas. Di sebelah barat, BSI Tower bersebelahan dengan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di seberang Jl Thamrin, ada Kompleks Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di timur, ada Gedung Danareksa, Gedung Kementerian BUMN, Kantor Gubernur DKI, Kantor Wapres RI, hingga Kedutaan AS.
Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma'ruf Amin (tengah) didampingi Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad (Kiri), PJ Gubernur Aceh Bustami Hamzah (dua dari kiri), Direktur Utama BSI Hery Gunardi (empat dari kiri) dan Wali Nangroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haythar saat meresmikan gedung ramah lingkungan milik BSI di Aceh (30/5/2024) dan merupakan gedung dengan konsep green building pertama dari BSI. Foto: Dok. BSI.
.
Inilah gedung ramah lingkungan Landmark BSI Aceh yang terletak di Jl. Teungku Daud Beureuh No.15, Banda Aceh. Gedung ini merupakan gedung bank syariah pertama yang mengusung konsep ramah lingkungan atau Green Building. Foto: Dok. BSI
BSI juga punya Gedung Landmark BSI Aceh di Jl Teungku Daud Beureuh No 15, Banda Aceh. Gedung ini merupakan gedung bank syariah pertama yang mengusung konsep ramah lingkungan. Gedung yang diresmikan Wapres Ma’ruf Amin, Mei 2024, merupakan wujud nyata komitmen BSI memajukan perekonomian Bumi Serambi Mekah. Aceh dijadikan contoh peran ekonomi syariah meningkatkan taraf hidup masyarakat.
BSI kini sudah memiliki 1.040 kantor cabang di seluruh Indonesia dengan mengoperasikan 2.571 mesin ATM. Selain itu, BSI juga memiliki kantor cabang di Dubai sejak 2021. Mulai Agustus 2023, BSI mendapat restu atau lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan Dubai untuk beroperasi penuh.
Parlahan, kata Hery, BSI akan hadir di sejumlah negara di Timur Tengah. BSI akan terus memperkuat eksistensinya di berbagai pusat perekonomian syariah global.
Masuk Top 10
Saat ini, BSI sudah masuk “top five” bank umum nasional berdasarkan market cap. Di level global BSI, masuk “top 11” Bank Syariah Global dilihat dari kapitalisasi pasar. Market cap BSI sebesar US$ 7,2 miliar berada di bawah Boubyan Bank KS, bank asal Kuwait dengan market cap US$ 7,9 miliar. Pada Rabu, 13 Maret 2024, market cap BSI sempat mencapai Rp 1315 triliun atau US$ 8,44 miliar dan masuk top ten Bank Syariah Global.
Pada perdagangan saham di BEI, Senin (22/07/2024), harga saham BSI ditutup pada harga Rp 2.560 dengan market cap Rp 118,8 triliun. Di level harga ini, market cap BSI berada di urutan kelima saham perbankan. Sedangkan jika disandingkan dengan semua emiten, maket cap BSI menempati peringkat ke-11.
Dengan fee float yang mencapai 30%, demikian Hery, saham BSI akan masuk Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia Index, yakni indeks yang diluncurkan Morgan Stanley Capital International. Indeks ini dinilai mencerminkan pergerakan harga saham yang tercatat di BEI dari berbagai kategori.
Terdapat 23 emiten berbagai sektor yang masuk MSCI Indonesia dilihat dari market cap dan likuditas, di antaranya Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Telkom Indonesia (TLKM), Bank Mandiri (BMRI), Astra International (ASII), dan Bank Negara Indonesia (BBNI). “Bila BSI masuk MSCI, nilai kapitalisasi pasar akan naik dua kali lipat,” ungkap Hery.
Kalangan analis sependapat, unlock value merupakan salah satu solusi penting untuk menaikkan market cap. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, rencana BSI melakukan unlock value melalui penambahan porsi saham publik adalah solusi yang perlu diwujudkan. “Unlock value melalui rights issue maupun penjualan langsung saham yang dimiliki BRI dan BNI bagus bagi perseroan pada masa akan datang,” ujarnya.
Analis CGS CIMB Sekuritas Utami Ratnasari, Handy Noverdanius, dan Owen Tjandra dalam laporan riset saham BSI terakhir menjelaskan, target harga tersebut menggambarkan kinerja keuangan BSI dalam lima bulan tahun 2024 sesuai estimasi CGS CIMB Sekuritas dan konsensus Bloomberg. Perseroan dinilai berhasil mencatatkan CoF lebih rendah dari perkiraan semula.
BSI juga menunjukkan prospek yang kuat dalam jangka panjang karena penetrasi perbankan syariah di Tanah Air masih rendah. CGS CIMB Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 6,87 triliun tahun ini, dibandingkan dengan laba bersih Rp 5,70 triliun tahun buku 2023.
CGS CIMB Sekuritas merekomendasikan harga saham BSI pada harga Rp 2.900 dalam waktu dekat. Sedang Sinarmas Sekuritas merekomendasi beli saham berkode BRIS pada harga Rp 3.130 dalam 12 bulan mendatang.
Pandangan positif terhadap BSI juga datang dari Analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy dan Ivan Purnama Putera. Menurut dia, prospek saham BSI justru menggiurkan setelah terjadi penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir setelah capai puncak di kuartal I-2024.
Potensi penguatan harga saham bank syariah terbesar ini juga didukung prospek bisnis jangka panjangnya dan posisinya sebagai bank syariah terbesar yang menguasai 40% total aset bank syariah di Tanah Air.
Valuasi saham hingga menembus Rp 200 triliun tidak sulit terwujud. Selain menjadi market leader perbankan syariah di Tanah Air, pertumbuhan kinerja fundamental yang selalu double digit, juga unlock value. Jika free float ditambah, harga saham BSI bisa naik dua kali lipat.
Di Atas Rata-Rata
Meski baru berusia tiga tahun, BSI sudah mengukir kinerja fundamental di atas rata-rata. “Hanya beberapa bank saja, termasuk BSI, yang hidup dengan cost fund di bawah 2,5% dan net interest margin di atas 5,5%,” kata Hery.
Pada Februari 2024, cost of fund (CoF) BSI 2,51%, sedang net interest margin (NIM) sebesar 5,82%, jauh di atas Industri, 4,49%. Dalam hal dana murah, BSI hanya kalah dari BCA yang memilik CoF 1,40%. Rata-rata CoF bank KBMI IV sekitar 3,36% perbankan nasional di atas 4%.
Di saat suku bunga tinggi dan pertumbuhan ekonomi melambat, bank dengan harga dana yang tinggi cukup sulit bersaing. Rendahnya current account saving account (CASA) BSI, antara lain, disebabkan oleh tabungan sekelompok nasabah yang tidak bersedia menerima bunga. “Nilai tabungan tanpa bunga cukup besar, sehingga cost of fund BSI bisa ditekan,” kata Hery.
Dana pihak ketiga (DPK) BSI pada Maret 2024 sebesar Rp 297 triliun, bertumbuh 10,43%, yoy, dengan porsi CASA di atas 60%. Dana tabungan bertumbuh 8,75%, sedang giro meningkat 10,52%. Kondisi ini menempatkan BSI di peringkat kelima bank nasional yang mencatat kenaikan tabungan tertinggi.
“Di banyak Indikator, BSI bertumbuh dua digit,” terang mantan Wadirut PT Bank Mandiri Tbk yang sejak awal memimpin merger sejumlah bank syariah menjadi PT BSI Tbk. Bank yang resmi lahir 1 Februari 2021 adalah hasil merger PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.
Dengan kenaikan DPK yang signifikan, pembiayaan BSI pada Maret 2024 mencapai Rp247 triliun, tumbuh 15,89%, yoy. Sebesar 54,62% disalurkan ke segmen konsumer, 27,81% ke segmen wholesale, dan 17,56% ke segmen retail. Di segmen konsumer, pembiayaan terbesar disalurkan untuk pembiayaan griya, mitraguna, pensiun, bisnis emas, oto, cicil emas dan hasanah card. BSI juga menyalurkan Rp 46,6 triliun ke UMKM, Rp 4,9 triliun ke sektör pertanian, Rp 900 miliar untuk energi terbarukan dan proyek hijau lainnya, Rp 600 miliar.
“Laba bersih BRI juga tumbuh double digit,” ungkap Hery. Pada kuartal I 2024, PT BSI meraup laba bersih Rp 1,71 triliun, melesat 17,07%, yoy. Pada periode yang sama 2023, laba bersih BSI sebesar Rp 1,46 triliun.
Dengan kenaikan pembiayaan yang dua digit, aset BSI juga tumbuh 14,25% menjadi Rp 358 triliun pada Maret 23024. Pada Maret 2024, return on asset (ROA) BSI 2,51%, return on equity (ROE) 18,30%, dan financing to deposit ratio (FDR) sebesar 83,05%. Dengan kehati-hatıan, non-performing financing (NPF) gross BSI per Maret 2024 hanya 2,01%.
Siapkan Super Apps
Merespons perubahan gaya hidup dan lonjakan nasabah, BSI kini mempersiapkan super apps, yakni aplikasi yang berisi berbagai fitur dan layanan. Nasabah cukup memiliki satu aplikasi karena satu aplikasi yang sama, pelanggan dapat mencari layanan yang berbeda. “Saat ini kami tinggal menunggu izin dari Bank Indonesia,” jelas Hery.
Sambil menunggu izin BI, BSI terus meningkat layanan digital untuk memudahkan masyarakat —individu, UMKM, dan korporasi— mengakses layanan perbankan syariah.
Pada Maret 2024, jumlah pengguna BSI Mobile melonjak 29,35%, yoy, menjadi 6,70 juta orang atau 33,5% dari total nasabah BSI. Transaksi BSI mobile mencapai 118,5 juta dengan nilai transaksi Rp 145,1 triliun. Jumlah nasabah yang membuka rekening secara online mencapai 93,6% dari nasabah baru BSI, hingga Maret 2024. (PD)
Situasi terkini proyek pembangunan Bank Syariah Indonesia Tower yang didesain menjadi bangunan yang ramah lingkungan atau green building, hemat sumber daya pada pengoperasian gedung, memadukan listrik dari jaringan PLN dengan listrik mandiri tenaga surya dan melakukan konsep daur ulang air. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Tiga pekerja tengah melakukan pekerjaan di Proyek BSI Tower di Jakarta, Jumat (19/7/2024), yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 18 bulan sejak dimulai pembangunannya pada bulan November 2023 dan menelan investasi hingga Rp 1.1 triliun. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.

