Bagikan

Eastspring Investment Beberkan Strategi Alokasi Aset di Tengah Tren Penurunan Suku Bunga

JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer PT Eastpring Investments Indonesia Liew Kong Qian menyatakan, kinerja reksa dana saham berpotensi naik seiring target pertumbuhan ekonomi 8% yang digadang Presiden Terpilih Prabowo Subianto di masa pemerintahannya.

Menurutnya, potensi reksa dana saham tadi sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pasar modal Indonesia, dan diyakini dapat mendukung investor untuk masuk ke pasar saham sehingga menguntungkan reksa dana jenis saham.

“Jadi saya pikir kita punya waktu untuk terus optimistis ke equity, kami mengkaji adakah kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang semakin positif terhadap equity. Memang kedengaran banyak kebijakan untuk mendorong equity market, seluruh capital markets. Dan diharapkan returns-nya bisa lebih tinggi,” ujarnya dalam FGD bertajuk “Strategi MI Mengoptimalkan Kinerja Reksa Dana Di Tengah Tren Penurunan Suku Bunga” di kantor Investortrust, Kamis (17/10/2024).

Ia melanjutkan bahwa saat ini banyak potensi bagi reksa dana saham terus berkembang. Terlebih lagi, berkaca dari pengalamannya mengelola reksa dana saham menunjukkan bahwa ada peluang bahwa imbal hasil atau return dari reksa dana saham mengungguli reksa dana pendapatan tetap.

Baca Juga

Menanti Momentum Titik Balik Kinerja Reksa Dana Saham

“Walaupun rate cut sudah mulai kejadian, tapi returns di equity kelihatannya bisa mendahului di fixed income. So it is, pada waktu ini mungkin hopeful, optimistis, cuman investor yang lebih conservative tetap ada alokasinya di fixed income,” terangnya.

Kinerja IHSG (-)
Source: -

Lebih lanjut, dalam tren suku bunga rendah ini, dua aset yang paling diuntungkan adalah reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap. Sehingga, hal ini bisa menjadi alasan bagi investor untuk masuk ke reksa dana.

“Dalam waktu penurunan suku bunga, memang dua asset class, baik fixed income maupun equity seharusnya bisa diuntungkan. Yang lebih direct di fixed income,” paparnya.

Untuk itu, Liew Kong Qian menyarankan kepada investor yang ingin mencari kepastian dari return, bisa masuk ke reksa dana pendapatan tetap terlebih dahulu.

Kinerja IHSG (-)
Source: -

Apabila ingin berinvestasi dalam jangka panjang, investor dapat mendiversifikasi portofolio ke reksa dana campuran sambil mencermati dinamika pasar sebelum 100% mengalokasikan dananya ke reksa dana saham.

Baca Juga

Dana Kelolaan Reksa Dana Stagnan 5 Tahun Terakhir, Asosiasi MI Ungkap Penyebabnya

“Jadi buat investor secara umum, mungkin starting point-nya tetap di fixed income. 10 tahun, waktu yang cukup lama. Bisa saja lakukan asset allocation sekarang, masuk 100% ke equity, atau ambil strategi yang setiap 6 bulan, setiap tahun dikaji lagi,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, saat ini kinerja reksa dana pendapatan tetap unggul dari reksa dana saham.  Hal ini dinilai berkaitan dengan pertumbuhan pasar modal Indonesia yang cenderung stagnan selama 10 tahun terakhir, sehingga investor memilih untuk berinvestasi di instrumen yang memberikan return secara pasti. (CR-4)

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024