Target Harga Tercapai, Sinarmas Sekuritas kembali Revisi Naik Target Saham BBTN
JAKARTA, investortrust.id – Sinarmas Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi Rp 1.700 dengan rekomendasi dipertahankan Add. Revisi naik tersebut setelah target harga saham sebelumnya Rp 1.500 sudah tercapai.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBTN kemrin ditutup menguat ke level Rp 1.505. Sedangkan dalam lima hari transaksi saham BBTN berhasil melesat 8,27% dan penguatna year to date (ytd) sudah mencapai 18,97%.
Baca Juga
BTN (BBTN) bakal Menjadi Bank paling Diuntungkan jelang Pemerintahan Baru, Berikut Analisanya
“Saham BBTN tercatat sebagai saham bank dengan penguatan pesat ytd setelah BRIS. Kenaikan tersebut menjadikan target harga sebelumnya Rp 1.500 telah tecapai, sehingga kami memilih merevisi naik target harganya menjadi Rp 1.700,” tulis analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera dan Arief Machrus dalam riset sektor saham bank, kemarin.
Revisi naik tersebut, sebut Sinarmas Sekuritas, mempertimbangkan kualitas aset BBTN masih kuat dengan NPL masih terkendali dengan harapan di bawah 3% sampai akhir tahun. Begitu juga dengan biaya kredit perseroan masih terkendali di bawah 1% hingga Agustus 2024.
Sebelumnya, Analis Kiwoom Sekuritas Mifthaul Khaer mengatakan, penghapusan pajak properti sebanyak 16% akan membawa dampak signifikan terhadap sektor properti dan perbankan yang focus pembiayaan properti, khususnya Bank Tabungan Negara (BTN) ke depan.
Baca Juga
BTN Bangun Learning Center di Bandung, Target Rampung April 2025
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim S. Djojohadikusumo sebelumnya menyebutkan rencana Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk menghapus pajak properti sebanyak 16%, yang terdiri atas penghapusan PPN sebanyak 11% dan BPHTB sebesar 5% dalam beberapa tahun.
“Kebijakan tersebut akan meningkatkan daya beli property oleh masyarakat, mengerek penjualan properti, dan pertumbuhan kredit di sektor perumahan. Hal ini juga dapat mempercepat tercapainya target pembangunan rumah dan memberikan stimulus positif bagi perekonomian secara keseluruhan,” terang Mifthaul Khaer.
Begitu juga dengan analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji. Menurut dia, sejumlah berita positif dalam beberapa hari terakhir menjadi factor pendukung kenaikan harga saham BBTN dalam sepekan terakhir. Selain itu, sentimen penopang datang dari dinamika The Fed dan penurunan suku bunga BI.
Baca Juga
“Sejumlah faktor tersebut menjadi sentiment positif terhadap pergerakan harga saham BBTN. Sentimen tersebut membuat penguatan harga saham bank milik negara ini pesat dalam sepekan terakhir mengalahkan saham perbankan lainnya,” ujarnya.
Sejumlah sentiment positif tersebut bisa mendorong Nafan harga saham BBTN ke level Rp 1.590 dalam waktu beberapa hari ke depan. Target tersebut juga menggambarkan fundamental dengan tren penurunan suku bunga dan sejumlah rencana kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan sektor property.
Grafik Saham BBTN

