Kebijakan Properti Pemerintahan Baru Jadi Daya Tarik Baru Saham PWON dan BSDE
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah emiten sektor properti, khususnya PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dinilai akan mendapatkan manfaat langsung dari rencana pemerintah untuk menggelontorkan insentif pajak secara besar-besaran ke sektor ini oleh pemerintahan baru.
Sebagaimana diketahui, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengkaji pemberian insentif pajak properti dengan membebaskan PPN 11% dan bea atas akuisisi tanah dan hak bangunan (BPHTB) sebanyak 5%. Rencana tersebut diungkapkan langsung Ketua Satgas Perumahan presiden terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.
Selain kebijakan tersebut, pemerintahan baru juga berencana meluncurkan program perumahan yang ambisius bertujuan untuk membangun sebanyak 3 juta unit rumah per tahun dengan target mencapai total 15 juta unit dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga
Saham Properti Melesat Berkat Wacana Insentif Besar-besaran, Simak Kembali Target Harga 4 Saham Ini
Kementerian Perumahan yang sedang dibentuk, sebelumnya digabungkan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran sebesar Rp 53 triliun yang substansial telah diusulkan untuk memulai program kementerian.
Mengacu hal tersebut, pandangan riset RHB Sekuritas menilai hal ini memberikan sentimen positif pada sektor properti, karena Pemerintah telah menunjukkan fokus utama pada industri ini, terutama untuk mengatasi backlog perumahan besar-besaran yang saat ini mencapai 12,7 juta unit atau naik 9,5% secara tahunan.
“Di mana 93% di antaranya diperkirakan berada di bawah segmen berpenghasilan rendah,” tulis Analis RHB Sekuritas dalam risetnya dikutip Rabu, (16/10/2024).
Selain itu, RBH Sekuritas menyebut pemotongan pajak tambahan dari BPHTB diharapkan untuk mendukung pasar sekunder juga. RHB Sekuritas memperkirakan bahwa inventaris Ciputra Development, BSDE, dan PWON yang memenuhi syarat untuk program PPN mendekati Rp 1 triliun (mayoritas di apartemen) sementara Summarecon Agung (SMRA) mendekati Rp 500 miliar.
Baca Juga
PP Properti (PPRO) Gandeng Greenwoods Garap Proyek Properti 13,9 Ha di Semarang
“Kami juga percaya bahwa untuk memodifikasi insentif dengan cara yang benar dapat memengaruhi penjualan non inventaris dan menciptakan katalis positif bagi pengembang adalah hal yang bijaksana,” tambahnya.
RHB Sekuritas mengharapkan normalisasi pra-penjualan menjelang akhir tahun, karena inventaris terkait PPN adalah salah satu pendorong pra-penjualan semester I-2024 dan orang-orang cenderung menunggu dan melihat peraturan baru yang diumumkan oleh pemerintah yang akan datang.
Dengan demikian, RHB Sekuritas merekomendasikan BSDE beli dengan target harga Rp 1.430 dan PWON dengan target harga Rp 510.
Grafik Saham Properti

