Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi Beli Saham (PGAS) yang Digenggam Lo Kheng Hong Ini
JAKARTA, investortrust.id – Investor kawakan, Lo Kheng Hong, terpantau agresif menambah kepemilikan saham di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dalam beberapa bulan terakhir. Terakhir, dirinya membeli sebanyak 44,78 juta saham pada Agustus 2024, sehingga total saham PGAS yang dimilikanya bertambah menjadi 194,74 juta atau 0,80%.
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian dalam riset akhir pekan lalu menyebutkan bahwa PGAS merupakan perusahaan gas terbesar di Indonesia dan didukung dengan arus kas yang kuat. Hal ini menjadikan saham PGAS layak dilirik.
Baca Juga
Infrastruktur Pipa dan Beyond Pipeline Gas Bumi Jadi Skema Andalan Perusahaan Gas Negara (PGAS)
Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham PGAS dengan target harga Rp 1.950. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 9,1 kali dan EV/EBITDA sekitar 2,9 kali. “Kami menyukai saham PGAS didukung bisnis yang stabil dengan yield dividen yang atraktif. Perseroan juga didukung arus kas yang kuat,” tulisnya dalam rsiet tersebut.
Selain factor tersebut, dia mengatakan, harga jual untuk penerapan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) kemungkinan dinaikkan untuk tahun depan. Kenaikan tersebut bisa menjadi sentiment positif tamabahan bagi saham emiten anak usaha Pertamina ini.
Estimasi Kinerja Keuangan PGAS
Sumber: Sucor Sekuritas
Rekomendasi beli saham PGAS tersebut juga menggambarkan proyeksi pertumbuhan kuat laba bersih perseroan tahun ini berkisar 24% menjadi US$ 345 juta. Kenaikan didukung pertumbuhan margin keuntungan segmen bisnis distribusi gas, penambahan pendapatan dari perdagangan LNG, dan tidak adanya lagi one-off provisions.
Sedangkan memasuki tahun 2025, Sucor Sekuritas menyebutkan, PGAS diprediksi mampu untuk mempertahankan kinerja keuangan tetap stabil, seiring dengan asumsi kenaikan volume pendistribusian gas.
Baca Juga
PGN (PGAS) Gandeng ITDC, Kembangkan Jargas di Industri Pariwisata
Sebelumnya, Perusahaan Gas Negara (PGAS) telah menyiapkan pengembangan infrastruktur utama tahun 2025-2027 untuk memastikan pertumbuhan bisnis perseroan. Rancangan tersebut, disesuaikan dengan momentum perbaikan ekonomi, percepatan transisi energi, serta kebutuhan untuk mengembangkan segmen bisnis atau produk turunan di masa depan yang mendukung penurunan emisi karbon (low carbon business).
Perusahaan meningkatkan penggunaan LNG yang tercermin dari pencapaian regasifikasi gas LNG melalui Terminal Use Agreement (TUA) floating storage receiving terminal (FSRU) Lampung. Hal itu seiring dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan dan optimasi FSRU Lampung, volume penyaluran gas mencapai 65 billion british thermal unit per day (BBTUD), meningkat 76% dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2023.
“PGN akan tetap mengembangkan core business yang sudah melekat yaitu pengembangan proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Meski begitu PGN juga akan tetap adaptif dan bertumbuh dengan sejumlah inisiatif baru seperti peningkatan bisnis LNG dengan menitikberatkan pada efisiensi serta efektivitas biaya logistik dalam penyaluran gas bumi,” jelas Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko dalam paparan publik secara virtual, bulan lalu.
Baca Juga
PGN juga menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah untuk menyelesaikan proyek infrastruktur gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II. Jaringan ini akan membawa gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa Barat.
Terdapat inisiatif bisnis baru, sejalan dengan pengembangan Pipa Cisem II di mana PGN akan membangun Pipa Distribusi Tegal – Cilacap dalam rangka gasifikasi Refinery Unit IV Cilacap. PGN bersinergi dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), proyek ini dijadwalkan dimulai pada 2025 dengan volume commissioning yang dialirkan sekitar 51 MMSCFD.
Grafik Saham PGAS

