Fortune Indonesia (FORU) Kaji Sejumlah Bisnis Baru, bakal Bakcdoor Listing?
JAKARTA, investortrust.id – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) berencana merambah bisnis baru bidang manufaktur baja hingga pertambangan usai sebanyak 77,7% sahamnya dimiliki dan dikendalikan IMR Asia Holding Pte Ltd. Bisnis baru ini akan digeluti melalui backdoor listing?
Manajemen FORU dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin disebutkan, perseroan tengah menjajaki bisnis baru bidang manufaktur baja, penyediaan infrastruktur pertambangan, penyewaan alat berat dan mesih, hingga pertambangan.
Baca Juga
“Perseroan melihat potensi pertumbuhan yang signifikan pada sektor-sektor tersebut, sehingga diharapkan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham perseroan,” tulisnya dalam penjelasan resminya.
Meski demikian, manajemen FORU menyebutkan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan maupun komitmen yang mengikat hingga kini terkait pengembangan bisnis baru tersebut.
Sebelumnya, grup Rajawali yang dikendalikan Peter Sondakh telah melepas sebagian besar atau sebanyak 77,7% saham FORU kepada IMR Asia Holding Pte Ltd. Penjualan tersebut menjadikan perubahan pengendali dari sebelumnya Rajawali melalui PT Karya Citra Prima menjadi IMR Asia Holding.
Baca Juga
Dihargai Hanya Rp 125 per Saham, IMR Asia Tuntaskan Akuisisi 77,7% Saham Fortune (FORU)
Perubahan pengendali tersebut sempat membuat saham emiten yang bergerak di bidang bisnis media ini sempat hingga perdagangan sahamnya masuk papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Bahkan selama di papan pemantauan khusus, FORU terus melaju dengan kenaikan auto reject atas (ARA).
Berdasarkan historis perdagangan saham di Bursa Efek Indonesi (BEI), saham FORU sempat melesat dari level penutupan akhir 2023 Rp 135 ke level tertinggi sepanjang masa Rp 4.400 pada 13 September 2024. Sedangkan penutupan kemarin, saham FORU ditutup di level Rp 3.040.
Grafik Saham FORU

