Suspen Saham Tak Kunjung Dibuka, Fortune Indonesia (FORU) Ungkap Kabar Terbaru Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) buka suara terkait penghentian perdagangan sahamnya sejak sejak 29 Februari 2024 hingga kini yang tak kunjung dibuka Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam pengumuman resminya manajemen Fortune Indonesia (FORU) mengakui sudah melaksanakan seluruh tindakan yang disyaratkan dan diwajibkan bursa terkait suspensi saham ini. Di antaranya, FORU telah memberikan jawaban atas pertanyaan bursa terkait kenaikan harga sahamnya.
Direktur FORU Sari Dewi melalu penjelasan resminya di Jakarta, beberapa hari lalu, mengatakan perseroan juga sudah menyampaikan seluruh keterbukaan informasi terkait aksi korporasi IMR Asia Holdings Pte Ltd mengakuisisi mayoritas saham FORU. Seluruh kewajiban penyampaian keterbukaan informasi yang disyaratkan telah disampaikan, seperti informasi penawaran, pelaksanaan, dan pelaporan tender wajib oleh IMR.
Baca Juga
Dihargai Hanya Rp 125 per Saham, IMR Asia Tuntaskan Akuisisi 77,7% Saham Fortune (FORU)
IMR Asia Holding Pte Ltd sebelumnya telah menuntaskan akuisisi sebanyak 77,7% saham Fortune Indonesia (FORU) dari PT Karya Citra Prima yang dikendalikan Peter Sondakh. Nilai akusisinya Rp 125,31 per saham atau jauh di bawah harga terakhir Rp 810 per saham.
Perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura telah menuntaskan akuisisi 77,7% saham FORU pada 7 Maret 2024. Dengan demikian, pengendali saham FORU akan otomatis berganti dari semula Rajawali Group melalui Karya Citra Prima menjadi IMR Asia Holding.
Baca Juga
Usai SMMT, Grup Rajawali Rancang Lepas Saham Fortune Indonesia (FORU)
Selain itu, IMR Asia telah menuntaskan penawaran tender (tender offer) saham public sepanjang 1-30 Mei 2024 terhadap sekitar 50,02 juta atau 10,75% saham FORU. Selama pelaksanaan, IMR Asia hanya berhasil membeli sebanyak 375.500 saham FORU atau mewakili 0,08%.
Hal ini menjadikan total saham FORU yang dikendalikan IMR Asia bertambah dari 77,70% menjadi 77,79%. Sisanya dikuasai PT Karya Citra Prima 11,55% dan investor public sebanyak 10,67%.
Meskipun seluruh aksi korporasi ini telah dituntaskan, perdagangan saham FORU masih dihentikan sementara (suspend) sejak 29 Februari 2024 hingga akhir pekan lalu. Sedangkan sepanjang 2024, saham FORU telah melesat 500% dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 135 menjadi Rp 810.
Grafik FORU

