Demi Tujuan Ini, TBS Energi (TOBA) Jual Anak Usaha US$ 144,8 Juta
JAKARTA, investortrust.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melepas seluruh saham pembangkit Listrik tenaga uap (PLTU) melalui PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) senilai US$ 144,8 juta. Aksi penjualan tersebut bagian dari komitmen perseroan untuk menerapkan netrailitas karbon tahun 2030.
Manajemen TOBA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/10/2024) menyebutkan, penjualan tersebut akan menghasilkan keuntungan kas, karena investasi yang ditanamkan hanya mencapai US$ 87,4 juta, dibandingkan dengan harga jual mencapai US$ 144,8 juta.
Baca Juga
Bakal Buy Back Saham, TBS Energi (TOBA) Siapkan Dana Rp 474,58 Miliar
“Penerimaan dana dari penjualan tersebut akan diinvestasikan perseroan untuk bisnis berkelanjutnya, penguatan permodalan, dan rencana pembelian kembali saham atau buyback,” tulisnya.
menajamen perusahaan yang dikendalikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan ini menyebutkan bahwa transaksi ini berpotensi mengurangi emisi karbon perseroan lebih adri 80% dengan total pengurangan sektiar 1,3 juta ton setara CO2 per tahun.
Transaksi ini, terang manajemen, juga bakal menciptakan nilai tambah melalui pengurangan utang konsolidasi sebesar 70%, sehingga fleksibilitas perseroan untuk berinvestasi makin kuat ke sektor usaha berkelanjutan, meningkatkan akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih bervariasi, dan biaya pendanaan lebih kompetitif.
Dirut TOBA Juli Oktarina mengatakan, penjualan ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk percepatan transisi ke bisnis berkelanjutan dan mendukung target mencapai netralitas karbon tahun 2030. “Hasil dari transaksi ini akan dialokasikan untuk investasi di sektor-sektor berkelanjutan, penguatan struktur pemodalan perusahaan, dan rencana pembelian kembali saham yang bertujuan memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham,” terangnya.
Baca Juga
Antisipasi Aksi Korporasi Besar, Saham TBS Energi (TOBA) Layak Dilirik
Dia menambahkan, transaksi ini juga mengukuhkan perseroan sebagai pionir dan satu dari sebagian kecil perusahaan terkemuka di Indonesia yang menunjukkan komitmen untuk mencapai netralitas karbon. “Bersama dengan divestasi saham TOBA secara tidak langsung di PT Paiton Energy tahun 2021, transaksi ini akan memberikan keuntungan lebih dari US$100 juta dan dana tersbeut akan diinvestasikan untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.
Perseroan sebelumnya telah mengumumkan rencana pembelian kembali (buy back) saham dengan anggaran Rp 474,58 miliar. Sebanyak 10% saham rencananya akan dibeli kembali dalam jangka waktu 12 bulan setelah disetujui pemegang saham.
Manajemen TOBA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/9/2024), menyebutkan bahwa diperkirakan sebanyak 816,78 juta saham TOBA akan dibeli kembli dengan perkiraan total Rp 474,58 miliar. Angka tersebut dihitung dengan perkiraan harga beli Rp 580 per saham.
Grafik Saham TOBA

