Saham Bukalapak (BUKA) Terbang Usai Direktur Ini Mundur, Bagaimana Target harganya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham perusahaan teknologi, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), mendadak melesat lebih dari 21% menjadi Rp 140 pada perdagangan saham intraday sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penguatan harga tersebut berbanding terbalik dengan kinerja saham teknologi lainnya yang justru mencatatkan penurunan di awal traksi ini. Di antarayan, saham PT GoTo Gojek Tokopedi Tbk (GOTO) sempat turun ke level Rp 69 dan saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) naik tipis ke level Rp 454.
Baca Juga
Airlangga: Tranformasi Teknologi Jadi Kunci Membuka Potensi Pertumbuhan Ekonomi
Penurunan harga saham tersebut terjadi saat Teddy Nuryanto Oetomo mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan direktur BUKA. Teddy yang sudah berkiprah di BUKA kurang dari enam tahun akan resmi digantikan pada rapat umum pemegang saham mendatang.
Sekretaris Perusahaan BUKA Cut Fika Lutfi mengatakan, saat ini, perseroan belum memiliki rencana untuk mencari calon pengganti untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Teddy. Perubahan susunan direksi tersebut akan disampaikan dalam rapat umum pemegang saham dalam waktu dekat.
“Perseroan juga memastikan pengunduran diri Teddy Nuryanto Oetomo tidak menyebabkan perubahan strategi perseroan. BUKA akan tetap focus untuk melakukan strategi bisnis melalui empat segmen usahanya,” terangnya.
Baca Juga
OJK Meminta Bukalapak (BUKA) Belanjakan Dana IPO Saham Tersisa Rp 9,8 Triliun Sesuai Prospektus
Terkait dengan prospek saham GOTO, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan, perseroan berpotensi lanjutkan kenaikan pendapatan, seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan komisi layanan perusahaan teknologi di Indonesia. Tren kenaikan komisi layanan perusahaan teknologi menjadi sentiment positif bagi perusahaan e-commerce seperti Bukalapak.com.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BUKA dengan target harga Rp 340 per saham. Dengan harga berkisar Rp 141, potensi penguatan saham teknologi ini masih besar ke depan.
Grafik Saham BUKA

