OJK Komitmen Perkuat Regulasi Bursa Karbon, Ada Update Nilai Transaksi
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan komitmen untuk terus melakukan evaluasi dan fokus terhadap penguatan regulasi bursa karbon (IDX Carbon).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, Peraturan OJK mengenai bursa karbon yang diterbitkan setahun lalu dinilai masih relevan terkait implementasi saat ini.
Sekadar mengingatkan, Bursa Karbon diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 September 2024 silam.
"Namun demikian, kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap bagaimana day to day implementation," kata Inarno dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, (3/10/2024).
Selain itu, saat ini OJK tengah fokus pada penguatan regulasi pengawasan dan terus mendorong koordinasi dengan para stakeholder untuk meningkatkan jumlah produk dan volume transaksi bursa karbon.
Baca Juga
Bursa Karbon Sepi Transaksi, BEI: Pajak Karbon Belum Diterapkan
Terkait perkembangan Bursa Karbon, Inarno bilang sampai dengan 27 September 2023 tercatat 81 pengguna jasa yang mendapatkan izin dengan total volume sebesar 613.897 ton CO2e dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 37,06 miliar.
Jika dirinci, sebesar 26,75% nilai transaksi ada di pasar reguler, lalu sebanyak 23,18% di pasar negosiasi, kemudian 49,87% di pasar lelang, dan 0,21% di marketplace.
Terpisah, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, IDXCarbon juga terus melakukan pengembangan pasar karbon, antara lain melalui serangkaian diskusi, dan sosialisasi.
Sampai dengan saat ini telah melakukan 185 kali sosialisasi offline maupun online, kemudian mendapatkan fatwa kesesuaian syariah dari DSN-MUI.
"Selain itu, melakukan integrasi sistem dengan kementerian ESDM untuk dapat memperdagangkan PTBAE-PU dalam waktu dekat, memperpanjang insentif untuk pendaftaran sebagai pengguna jasa, yang dibebaskan biaya pendaftarannya sampai dengan September 2025," kata Jeffrey kepada wartawan, baru-baru ini.
Baca Juga
Bursa Karbon Masih Sepi Transaksi, OJK: ETS Eropa Butuh Waktu 15 Tahun
Tak hanya itu, Jeffrey bilang BEI juga terus mendorong dekarbonisasi untuk perusahaan tercatat, antara lain dengan melakukan sosialisasi berkala, IDX Net Zero Incubator yang saat ini sudah masuk ke modul 3, yang diikuti sebanyak 110 perusahaan tercatat dengan tujuan meningkatkan awareness dan mengajarkan cara menghitung emisi karbon termasuk menyediakan tools untuk membantu perhitungan.
"Lalu mengembangkan sistem pelaporan ESG termasuk pelaporan emisi karbon, mengembangkan indeks terkait karbon IDXLQ45 low carbon leaders dan melakukan kajian IDX green equity designation," sambungnya.
BEI terus mendorong aktivitas perdagangan karbon, namun Jeffrey menegaskan tentu terdapat banyak faktor di luar aspek perdagangan sekunder yang dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan karbon.

