Ambil Langkah Berani, Perusaahaan Aset Investasi Raksasa di Dunia Ini Borong 1.413 Bitcoin
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu perusahaan aset investasi raksasa di dunia yaitu BlackRock, kembali membuat gebrakan di pasar kripto dengan menambah kepemilikan Bitcoinnya sebanyak 1.413 senilai US$ 93,83 juta atau setara Rp 1,42 miliar.
Melansir CryptoNewsFlash, Senin (29/9/2024), transaksi yang dilakukan melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT) ini mencerminkan keyakinan BlackRock pada Bitcoin sebagai alat penyimpan nilai dan lindung nilai dari inflasi.
Selama tiga hari terakhir, perusahaan tersebut diketahui mengumpulkan sebanyak 5.894 Bitcoin dengan nilai mencapai US$ 387,68 juta, sehingga total kepemilikan Bitcoinnya menjadi lebih dari 363.626 Bitcoin yang bernilai sekitar US$ 23,68 miliar.
Baca Juga
Minat Investor ke ETF Spot Tinggi, Bitcoin Capai US$ 65.000 untuk Pertama Kalinya Sejak Awal Agustus
Akumulasi ini terjadi hanya dalam delapan bulan usai peluncuran produk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin pada Januari 2024, menunjukan pendekatan agresif BlackRock terhadap investasi Bitcoin.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat BlackRock terhadap Bitcoin telah meningkat drastis yang mencerminkan semakin diterimanya aset digital secara umum. Pembelian terbaru ini semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemegang Bitcoin publik terbesar secara global.
Baca Juga
Harga Bitcoin Diramal Bakal Tembus US$ 100.00 Didorong Stimulus China dan Transaksi Kripto Rusia
Namun BlackRock tak sendirian dalam tren ini. Sejumlah ETF Bitcoin di Amerika Serikat (AS) lainnya juga mengalami arus masuk yang kuat. Arus masuk baru-baru ini mencapai US$ 365 juta, mencerminkan minat investor yang berkelanjutan.
Minat baru terhadap ETF Bitcoin juga terjadi pada ETF Bitcoin Ark 21Shares yang memimpin arus masuk, mengakuisisi 1.752 Bitcoin senilai US$ 113,82 juta. Peningkatan ini mencerminkan tingginya minat terhadap Bitcoin sebagai sarana investasi, dengan ETF Bitcoin spot sekarang memegang sekitar US$ 60,03 miliar, atau 4,7% dari keseluruhan kapitalisasi pasar aset tersebut.

